Daftar Senjata yang Ditemukan di Ruang Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel
Polisi mengungkap jenis dari ratusan senjata yang ditemukan di yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Temuan airsoft gun sebanyak 995, terdiri dari jenis revolver airsoft gun sebanyak 776 dan jenis pistol airsoft gun sebanyak 215," kata Kasie Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo kepada wartawan, Jumat (7/8).
"Dan juga pada saat itu ditemukan juga empat pucuk senjata angin, senapan angin. Selain itu juga ditemukan satu pucuk senjata api merek Francispa. Kemudian juga ditemukan laras senjata panjang pabrikan sebanyak empat buah," sambungnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, pada Rabu (5/8) juga ditemukan tiga pucuk airsoft gun. Ketiga airsoft gun itu masing-masing berjenis FN90, AK-47 serta M4 Carbine.
Joko menyebut untuk temuan senpi dan laras panjang saat ini telah diamankan di Unit Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara untuk airsoft gun dititipkan di Unit Pengawasan Senjata Api dan Bahan Peledak (Wasendak) Ditintelkam Polda Metro Jaya.
Selain senjata, kata Joko, ada temuan narkoba berupa dua linting diduga ganja dan satu paket diduga sabu. Temuan narkoba itu saat ini tengah ditindaklanjuti oleh Satnarkoba Polres Jakarta Selatan.
Sebelumnya, kuasa hukum pihak sekolah membeberkan total ada 995 senjata ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Hermawanto selaku kuasa hukum pihak sekolah mengatakan saat itu ruangan tersebut dibuka karena akan digunakan untuk kebutuhan siswa sekolah.
"Jadi pada tanggal 10 dan tanggal 11 bulan Juli, hampir satu bulan yang lalu, kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain," kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis.
Terpisah, Pemilik senjata yang juga kuasa hukum eks ketua yayasan, Alhadid Endar Putra menyatakan ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan itu legal dan berizin.
"Intinya semua ada izinnya, yang temuan 995 itu semua ada izinnya," kata Alhadid saat dihubungi, Kamis.
Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin itu menyebut ratusan senjata airsoft gun itu sudah disimpan di lokasi itu sejak tahun 2020. Kata dia, senjata itu diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.
Namun, kata Alhadid, karena pembina berinisial S ini meninggal dunia pada tahun 2022, maka ekstrakurikuler menembak di sekolah itu sudah tidak lagi berjalan.
"Dan semua orang juga tahu, PT Lokta Karya Perbakin itu berizin dan itu sudah disepakati dan diketahui untuk kegiatan ekskul menembak. Untuk ekskul menembak tahun 2020. Karena ada pembinanya yang berinisial S," ujarnya.
(yoa/isn)[Gambas:Video CNN]
