Daftar Nakes Minta Maaf Usai Cibir Pasien BPJS di Medsos

CNN Indonesia
Jumat, 07 Agu 2026 10:39 WIB
Ilustrasi logo Threads. Jakarta, 8 Agustus 2023.
Ilustrasi. Sejumlah tenaga kesehatan meminta maaf setelah komentar tidak empati terhadap pasien BPJS yang meninggal. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah tenaga kesehatan yang melontarkan komentar nirempati terhadap pasien BPJS Kesehatan Yurizal Tri Chaerawan di media sosial Threads, ramai-ramai meminta maaf.

Yurizal sebelumnya mengeluhkan belum mendapatkan ruang rawat inap meski telah menunggu selama delapan jam, namun unggahan tersebut justru dibalas dengan komentar yang dinilai tidak berempati oleh sejumlah akun yang diduga milik dokter dan tenaga kesehatan.

"8 jam blm dpt ruangan. Gamau spill RS nya, soalnya gue pake bpjs," tulis Yurizal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perbincangan itu kembali mencuat setelah seorang yang mengaku kerabat Yurizal mengabarkan bahwa pasien tersebut meninggal dunia pada 31 Juli 2026, sembilan hari setelah unggahan dibuat. Sejak itu, komentar-komentar dari tenaga kesehatan kembali diungkit dan menuai kecaman dari warganet.

Publik menyoroti pentingnya empati serta etika tenaga kesehatan dalam berkomunikasi, termasuk di media sosial.

Belakangan mereka meminta maaf. Mereka mengakui ucapannya itu tidak pantas serta menyampaikan penyesalan kepada keluarga almarhum dan masyarakat.

Berikut daftar dokter-nakes yang minta maaf usai cibir pasien BPJS:

Pertama, dokter Beni Christian Sihombing yang melalui akun Threads @bennychrstn menanggapi keluhan Yurizal dengan menyinggung keterbatasan ruang perawatan di rumah sakit.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menyinggung, jika ingin tindakan cepat, pasien bisa dirawat di ruang jenazah saja.

"Kalo full, mau dipindahkan kemana? mau di lantai? Gk ada hubungannya sama BPJS atau nggak. BPJS yg make banyak, otomatis yg dirawat juga banyak, ga cuma u sendiri. Kalo mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong. Ngeselin dah, nakes/RS bahkan pemerintah melalui BPJS berusaha bantuin, masyarakatnya malah gini," komentar dokter Beni.

Komentar tersebut memicu kritik luas. Tak lama kemudian, Beni menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun media sosialnya. Ia mengaku menyesali tulisannya, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Yurizal, serta menyatakan siap menerima konsekuensi atas tindakannya.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas ketikan saya di Threads. Saya juga menyampaikan turut berdukacita kepada pemilik utas yaitu almarhum Yurizal. Saya berdoa semoga segenap keluarga diberikan penghiburan," kata Beni.

"Saya bertanggung jawab penuh atas segala tulisan yang saya buat. Dan jika pun nanti ada proses hukum, saya akan mengikutinya tanpa pembelaan ataupun menyewa pengacara, itu tidak, tidak akan. Dan saya juga siap menerima konsekuensi dari Rumah Sakit, dari IDI, MKEK, pengadilan ataupun instansi lain," lanjut dia.

Kedua, Hilda Clarissa Theopilus yang bekerja di RSUD Umbu Rara Meha, NTT. Ia menyatakan pasien BPJS bukan seorang saja. Ia pun menyinggung kamar jenazah.

"Ya itu artinya kamarnya full diisi sama orang sakit, semuanya sakit bukan cuma lo doang. Bukan masalah BPJS atau nggaknya, ruangannya penuh. Yang selalu kosong ada noh, kamar jenazah," tulis dia.

Setelahnya, ia pun mengunggah permintaan maaf lewat media sosialnya dengan menulis, "Kadang satu reaksi yang lahir dari emosi bisa mengundang seribu reaksi lain. Akhirnya, semua saling menyakiti dan sama-sama menjadi jahat. Maaf ya semua." ucapnya.

Selanjutnya, komentar dari dr Elda Putri Rahardini yang merupakan alumni universitas ternama dan penerima beasiswa LPDP.

Dalam komentarnya di Threads, ia menyinggung seakan-akan Yurizal sebagai orang yang bodoh.

"PP-nya kayak orang Have tapi aslinya Haven't kah? Haven't some brain cells," tulisnya.

Ia pun meminta maaf, mengakui bahwa komentarnya tidak pantas, tidak etis, dan tidak menunjukkan empati.

Dalam pernyataannya ia menulis, "Saya menyadari bahwa tulisan saya telah melukai hati banyak pihak, terutama di tengah situasi sulit yang saat itu sedang dihadapi oleh almarhum saat mencari penanganan medis," ucap dia.

Selain itu, ia pun meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang merasa tersinggung atas ucapannya tersebut.

Lalu, dr Renanda Maulidya Fadyla sebagai pemilik akun Threads @nandafadyla_, bekerja di RSUD IA Moeis Samarinda.

Ia melontarkan kalimat yang singkat namun menohok dengan berkomentar, "Bacot nih pasien,".

Setelahnya, ia pun meminta maaf. Pihak rumah sakit juga telah memanggil yang bersangkutan dan menjatuhkan sanksi internal sesuai ketentuan disiplin pegawai. Dokter tersebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak rumah sakit.

Kemudian, dokter yang diketahui bernama Herdiana Ayu Saputri. Ia merupakan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

"yurizal yurizal, kau masuklah ke triase merah dulu zal, nanti cepet kau dapat kamar. Lengkap dengan ventilator dan monitornya bunyi "tit tit...tit..titt..". Dingin bgt kamarnya zal, bs pake bpjs," tulis Herdiana saat itu.

Setelah unggahan tersebut viral dan memicu kemarahan netizen, Herdiana menyampaikan permohonan maaf. Ia berkilah bahwa komentar terpisah dari empati tersebut ditulis oleh suaminya, bukan dirinya sendiri.

Dokter Tamara Dewi Jasmine yang bertugas di Rumah Sakit (RS) Pusri Palembang ikut mencibir utas Yurizal tersebut.

"Mending banyakin duit halal daripada banyakin bacot. Biar bisa bayar dan merasakan asuransi swasta. Dan bisa berpendidikan biar akhlak tidak minus, dan tidak playing victim," tulis Tamara melalui akun @tamdjs 5 hari lalu.

Tamara telah menyampaikan permintaan maaf atas komentarnya.

"Pertama, kepada Tuhan saya memohon ampun atas dosa, salah, dan khilaf saya selama ini. Yang kedua, saya minta maaf kepada warga Threads atas tulisan saya yang telah menyinggung hati warga Threads," kata Tamara dalam video, Kamis (6/8).

Tamara juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia secara luas. Selain itu, ia turut meminta maaf kepada institusi yang merasa tersinggung akibat unggahannya.

"Apa yang saya tulis murni berasal dari diri saya sendiri. Karena itu, saya memohon maaf kepada keluarga, kerabat, rekan-rekan saya, serta institusi yang menaungi saya karena mereka ikut terdampak," kata dia.

"Hal ini menjadi pelajaran bagi saya dan insyaallah akan menjadi perbaikan untuk saya ke depannya. Terima kasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat pagi, salam sejahtera," tutupnya dalam video tersebut.

(mnf/isn)


[Gambas:Video CNN]