Keluarga Korban KMP Mutiara Sentosa yang Masih Hilang Diminta Melapor
Kantor SAR Surabaya meminta keluarga korban kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim) untuk segera melapor bilang kerabatnya masih belum pulang hingga saat ini.
Laporan tersebut diperlukan sebagai dasar bagi Basarnas untuk kembali melakukan proses pencarian.
Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, keluarga korban dapat menyampaikan laporan kehilangan ke Polres Tanjung Perak atau Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di Pelabuhan Tanjung Perak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengaduan hilangnya keluarga pascaterbakarnya KMP Mutiara Sentosa II bisa dilaporkan ke Polres Tanjung Perak dan KSOP di Pelabuhan Tanjung Perak," kata Nanang, saat dikonfirmasi, Kamis (6/8).
Setelah laporan masuk, kata Nanang, KSOP bersama pihak KMP Mutiara Sentosa II akan melakukan verifikasi untuk memastikan identitas korban yang dilaporkan benar merupakan penumpang kapal tersebut.
"Keluarga yang merasa kehilangan sanak saudaranya bisa melapor, nantinya akan diverifikasi datanya oleh KSOP dan pihak perusahaan kapal," ujarnya.
Nanang menyebut, pihaknya saat ini masih menunggu laporan keluarga korban yang telah divalidasi tersebut sebelum petugas dapat melanjutkan proses pencarian di lapangan.
"Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) menunggu laporan terkait data tersebut yang resmi dan divalidasi oleh KSOP dan pihak perusahaan atau pemilik kapal," jelasnya.
"Basarnas akan kembali melakukan pencarian berdasarkan dengan data yang sudah dilaporkan atau diberikan oleh KSOP ataupun perusahaan kapal," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak empat penumpang KMP Mutiara Sentosa II dilaporkan masih hilang usai kapal tersebut terbakar pada Minggu (2/8). Keempatnya adalah Bustam Sanusi, Andik Herman, Abdul Manan, dan Abdurrahman.
Basarnas telah menutup proses pencarian korban setelah berlangsung selama tiga hari, dan menggantinya dengan operasi rutin yang dilakukan Tim SAR Surabaya.
[Gambas:Video CNN]
