Cerita Saleh Bantu Orang Tak Bisa Renang & Kehilangan 17 Kuda di Laut
Muhammad Saleh (44), warga asal Punagaya, Jeneponto, Sulawesi Selatan, membagikan kisahnya usai selamat dari kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8). Ia sempat membantu korban lain untuk menyelamatkan diri di tengah laut.
Saleh adalah pekerja yang bertugas mengawal pengiriman 17 ekor kuda, muatan kapal dari Surabaya menuju Makassar. Saat kejadian, ia tengah memotong-motong rumput untuk pakan kuda di dalam kapal. Namun, sopir yang bersamanya tiba-tiba berteriak memberi tahu adanya kebakaran.
"Jadi saya potong-potong rumput akhirnya datang asap. Sopir saya bilang 'kebakaran!," kata Saleh ditemui di posko terpadu di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mendengar teriakan sopirnya itu, Saleh kesulitan mencari jalan keluar akibat terhalang asap hitam yang tebal. Ia kemudian memanfaatkan celah jendela untuk mengambil napas, sebelum akhirnya bisa berlari naik ke atas geladak.
"Mau lari naik, tidak bisa naik karena banyak asap, asap hitam. Saya enggak kelihatan. Akhirnya saya lewat dari jendela untuk pernafasan. Supaya angin kan. ada angin di situ jadi umpama padat itu asapnya baru saya lari naik," ucapnya.
Sesampainya di atas geladak, Saleh mengaku tidak mendapatkan pelampung dan hanya sempat membawa jeriken kosong. Rencananya barang itu akan dijadikannya sebagai alat bantu apung. Tapi seseorang kemudian memberikan life jacket kepadanya.
"Akhirnya saya lari tidak dapat pelampung. Ada jeriken di situ saya bawa. Warna biru. Saya bawa jeriken, akhirnya naik ke atas ada yang kasih saya pelampung di situ," ucapnya.
Di tengah kepanikan, ia sempat menyaksikan kondisi kapal yang membuat penumpang ragu untuk melompat karena posisi kapal jauh tinggi dari permukaan laut, sementara kapal juga terus melaju.
"Jadi kita mau loncat kita ragu-ragu juga. Karena masih ketinggian," ujarnya.
Saleh saat itu mengambil posisi di area depan kapal, dekat dengan tali jangkar dan selang. Dua benda itu berangsur terbakar api. Akibatnya situasi tempat ia berdiri jadi semakin panas karena kobaran makin mendekat.
"Itu ya di depan sekali itu yang ada jangkar itu. tali jangkarnya itu terbakar yang sebelah kanan, belum loncat. Terbakar lagi selangnya itu belum loncat juga," katanya.
Kondisi itu membuat Saleh dan para penumpang lain makin terpojok. Hingga pada akhirnya mereka panik dan ia pun terdorong oleh orang lain sampai tercebur jatuh ke laut.
"Akhirnya saya didorong sama orang terus saya jatuh," ucapnya.
Di tengah laut, Saleh kemudian bertemu dengan dua penumpang lain yang disebutnya sebagai pedagang kambing. Mereka sebelumnya sudah sempat berbincang di atas kapal sebelum kejadian.
"Biar saya berenang sekitar 5 apa 10 meter, saya ketemu dengan ini penjual kambing," ujarnya.
Di dalam air, pedagang kambing dan anaknya itu memohon pertolongan ke Saleh, mereka tak bisa berenang dan tak sanggup bertahan. Dia pun berinisiatif memberikan bantuan.
"Dia bilang sama saya, 'pak, tolong saya pak, bapak saya.' Karena saya sendiri. Jadi aku ambil Bapaknya, dia pegang ini," ujarnya sambil menunjuk pundaknya.
Tapi kondisi itu menyulitkannya untuk bergerak. Saleh pun meminta korban yang ditolongnya berpegangan pada baju. Tak berhenti di situ, dia juga akhirnya melepas celana yang sempat diikatkan di lehernya untuk dijadikan pegangan tambahan.
"Baru aku bilang, 'pak, jangan dipegang itu nanti saya tenggelam, lebih tenggelam lagi. Kalau bapak mau pegang baju saya,'" katanya.
"Saya rasa waktu saya berenang itu aku bilang, 'pak, tunggu dulu pak ya. Kita masih punya pelampung nanti saya buka dulu ini celana yang di leher saya ini yang di saya sudah ikat'. Jadi saya gigit itu celana, baru saya bilang, 'pegang ini pak. Nanti saya berenang,'" katanya.
Karena menggigit celana yang menjadi alat bantu bagi korban yang ditolongnya, Saleh berenang di tengah ombak yang berkali-kali membuatnya menelan air laut.
"Iya. Kalau naik kita ombak itu kan pasti minum air, sedangkan saya gigit celana selalu masuk air. Karena saya menolong orang," ucapnya.
Setibanya di kapal penyelamat, penjual kambing yang ia tolong langsung dilanda mual dan muntah-muntah. Sementara Saleh mengungkapkan rasa syukurnya karena berhasil selamat.
Selain korban jiwa dan luka-luka, insiden kebakaran ini turut menimbulkan kerugian materiil bagi Saleh. 17 ekor kuda yang dikawalnya gagal terkirim ke Makassar.
"Muatannya itu 17 ekor kuda. Kerugian Rp640 juta di notanya," tutup Saleh.
Saleh merupakan satu dari 238 penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang telah dievakuasi. Namun, di antara jumlah itu, lima orang dinyatakan meninggal dunia.
(frd/gil)[Gambas:Video CNN]

