Sekolah Rakyat Kabupaten Jepara Fungsional, Siap Sambut MPLS 2026-2027
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah fungsional. Fasilitas pendidikan ini siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada Tahun Ajaran Baru 2026-2027.
Sekolah tersebut akan menyambut sebanyak 345 siswa dan siswi baru. Para pelajar ini dijadwalkan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 20 Agustus 2026 mendatang.
Pembangunan SR merupakan langkah pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kebijakan ini dijalankan sesuai dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan pentingnya program ini bagi masyarakat kurang mampu.
"Sekolah Rakyat merupakan program utama untuk mengentaskan kemiskinan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).
SR Kabupaten Jepara merupakan salah satu paket pekerjaan Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Tengah 2. Proyek ini dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Tengah.
Sekolah ini dibangun di atas lahan seluas 10 hektare dengan kontraktor pelaksana Adhi-Minarta KSO. Alokasi anggaran untuk pembangunan SR Kabupaten Jepara sekitar Rp2,4 miliar.
Berbagai fasilitas pendidikan penunjang disiapkan di SR Kabupaten Jepara, mulai dari gedung serba guna, gedung SD, SMP, dan SMA, hingga masjid dan gedung ibadah. Fasilitas lain meliputi guest house, dapur, rumah susun guru, asrama putra-putri, kantin, lapangan upacara, running track, lapangan sepak bola, dan lapangan basket.
"Dengan menyekolahkan adik-adik dari keluarga prasejahtera, mereka diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup keluarganya dari prasejahtera menjadi sejahtera, sekaligus mempersiapkan generasi Indonesia Emas 2045," papar Dody.
Berdasarkan rekapitulasi progres pekerjaan fisik, SR Kabupaten Jepara sudah dapat difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar. Saat ini Kementerian PU fokus menyelesaikan tahap finishing serta pengecekan pekerjaan arsitektur, mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP).
Penataan kawasan turut menjadi perhatian utama agar seluruh fasilitas dapat berfungsi optimal sebelum kegiatan MPLS dimulai. Langkah ini dilakukan agar proses belajar mengajar dapat berjalan lancar sejak hari pertama.
Penyediaan infrastruktur pendidikan yang layak dan terpadu ini merupakan kontribusi nyata menuju target Indonesia Emas 2045. Langkah tersebut juga sejalan dengan visi PU608 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan menurunkan tingkat kemiskinan.
Visi tersebut turut difokuskan pada upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di tanah air. Hal itu diwujudkan secara konsisten melalui penyediaan sarana infrastruktur dasar yang inklusif dan berkelanjutan.
(rir)