7 Siswa Sekolah Rakyat Makassar Borong Medali di Tiga Ajang Bergensi

Kemensos | CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 18:35 WIB
Kemensos
Foto: Arsip Kemensos
Jakarta, CNN Indonesia --

Tujuh pelajar Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar menorehkan prestasi di berbagai ajang kompetisi sains tingkat nasional sepanjang 2026. Mereka berhasil membawa pulang medali emas dan perak dari Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15, Airlangga Competition 19, serta Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026.

Prestasi tersebut diraih pada sejumlah bidang, mulai dari Matematika, Biologi, Bahasa Indonesia, Sejarah, hingga Sosiologi. Capaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa kesempatan belajar yang setara, disertai pembinaan yang konsisten, mampu melahirkan peserta didik yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Wali Asrama SRMA 26 Makassar, Habibie, mengaku bangga atas pencapaian para siswa. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari pendampingan yang dilakukan para pendidik sekaligus semangat belajar yang ditunjukkan para peserta didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sangat bahagia dan turut bangga atas prestasi yang ditorehkan anak-anak. Membimbing dan terus menggerakkan mereka untuk memberikan yang terbaik adalah bentuk kepedulian dan rasa cinta kami. Kami berharap prestasi ini menjadi bukti bahwa anak-anak Sekolah Rakyat mampu bersaing dan meraih cita-cita setinggi mungkin," ujar Habibie dalam keterangannya dikutip Selasa (4/8)

Sementara itu, Guru Matematika SRMA 26 Makassar, Kiki Novita Sari, menuturkan keberhasilan tersebut berawal dari upaya mengubah cara pandang siswa terhadap matematika.

Ia tidak ingin peserta didik melihat matematika sebagai kumpulan rumus yang menakutkan, melainkan ilmu yang dapat dipahami melalui proses berpikir dan penemuan.

Untuk itu, ia meluangkan waktu di luar jam pelajaran untuk membuka kelas tambahan, berdiskusi, dan mendampingi siswa hingga mereka berani berpikir kritis serta belajar secara mandiri.

"Saya tidak ingin anak-anak menganggap matematika hanya kumpulan rumus. Saya ingin mereka memahami proses di balik setiap konsep sehingga belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan. Saya bangga karena mereka belajar dengan sangat mandiri, mencari informasi sendiri, berdiskusi, dan terus berusaha berkembang," ujarnya.

Ia berharap keberhasilan tujuh siswa tersebut menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik Sekolah Rakyat bahwa prestasi bukan hanya milik mereka yang memiliki banyak kesempatan, tetapi juga milik mereka yang terus berjuang, pantang menyerah, dan tidak berhenti belajar.

Adapun tujuh siswa yang mengharumkan nama SRMA 26 Makassar, yaitu:

1. Fahrani Ramadhani, peraih Medali Emas Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Matematika tingkat nasional.

2. Salwa Dzakila Asmar, peraih dua Medali Emas, yakni pada Airlangga Competition 19 dan Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Biologi tingkat nasional.

3. Aliya Wahyuni, peraih Medali Emas Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Bahasa Indonesia tingkat nasional.

4. Manohara, peraih Medali Perak Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Matematika tingkat nasional, serta lolos ke tingkat nasional Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026 bidang Sosiologi.

5. Zeskia Aulia, peraih Medali Perak Olimpiade Nasional Indonesia (ONI) 15 bidang Biologi tingkat nasional.

6. Andi Husnul Khatimah, peraih Medali Emas Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026 tingkat provinsi bidang Bahasa Indonesia sekaligus lolos ke tingkat nasional, serta kembali lolos ke tingkat nasional pada bidang Sejarah.

7. Muh. Amirullah, peraih Medali Emas Kompetisi Sains Pelajar Dalton (KPSD) 2026 tingkat provinsi bidang Matematika dan berhasil melaju ke tingkat nasional.

Di balik prestasi tersebut, tersimpan cerita tentang kegigihan para siswa yang terus belajar, berlatih, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mereka.

Peraih Medali Emas Olimpiade Nasional Indonesia bidang Matematika, Fahrani Ramadhani, mengaku keberhasilannya merupakan buah dari dukungan dan pendampingan para guru, wali asuh, serta wali asrama yang terus mendampinginya selama proses belajar.

"Alhamdulillah saya mendapatkan medali emas. Saya berterima kasih banyak kepada guru-guru, wali asuh, wali asrama, terutama Ibu Kiki Novita Sari selaku guru Matematika di SRMA 26 Makassar. Insya Allah saya bisa meningkatkannya lagi," ujar Fahrani.

Semangat yang sama juga ditunjukkan Salwa Dzakila Asmar yang berhasil membawa pulang dua medali emas dari dua kompetisi berbeda.

"Alhamdulillah keduanya berhasil mendapatkan penghargaan, sertifikat, dan medali emas. Ini berkat bimbingan guru-guru, wali asuh, dan wali asrama. Semoga ke depannya saya bisa meningkatkan prestasi dan meraih impian saya," kata Salwa.

Sementara itu, Andi Husnul Khatimah menilai capaian yang diraihnya tidak terlepas dari pendampingan yang diberikan para pembimbing di Sekolah Rakyat.

"Ini semua berkat bimbingan guru-guru SRMA 26 Makassar, baik wali asuh maupun wali asrama, terutama guru pembimbing Bahasa Indonesia saya. Saya berharap ke depan dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi," ujarnya.

Hal senada disampaikan Muh. Amirullah yang mengaku sempat tidak menyangka mampu meraih medali emas pada kompetisi Matematika tingkat provinsi.

"Saya sangat kaget dengan hasilnya karena soalnya begitu rumit. Namun saya mampu meraih medali emas berkat bimbingan guru-guru, khususnya Ibu Kiki sebagai guru Matematika. Harapan saya, kemampuan matematika saya terus berkembang dan dapat berprestasi di tingkat yang lebih tinggi," katanya.

Bagi para pendidik, capaian tersebut bukan semata-mata soal medali, melainkan hasil dari proses panjang membangun rasa percaya diri, karakter, dan semangat belajar anak-anak.

(inh)