2 JPO Rasuna Said Berdekatan Tapi Tak Terhubung, Ini Kata Pemprov DKI

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 13:22 WIB
Seorang warga berolahraga di Jalan Rasuna Said menjelang Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2025) pagi. (CNN Indonesia/Febria Adha L)
Ilustrasi. Dinas Bina Marga DKI Jakarta menjelaskan dua JPO di HR Rasuna Said tidak terhubung, masing-masing memiliki fungsi berbeda. (CNN Indonesia/Febria Adha L)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dinas Bina Marga DKI Jakarta buka suara soal keberadaan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berdekatan di kawasan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny menjelaskan kedua JPO tersebut memang berada di lokasi yang saling berdekatan, tetapi tidak saling terhubung karena dibangun pada waktu berbeda dan memiliki fungsi berbeda.

JPO pertama merupakan JPO eksisting milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah lebih dahulu dibangun dan berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan bagi masyarakat umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, JPO kedua merupakan JPO integrasi yang dibangun kemudian oleh pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas integrasi antarmoda yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.

Sebelum Halte Transjakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek, JPO eksisting juga pernah menjadi akses langsung menuju halte Transjakarta.

Namun, setelah halte dipindahkan dan diintegrasikan dengan Stasiun LRT Jabodebek, akses menuju halte tidak lagi melalui JPO eksisting, melainkan melalui JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menjelaskan JPO integrasi tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh pengguna LRT Jabodebek dan TransJakarta untuk berpindah moda, tetapi juga dapat digunakan masyarakat umum sebagai sarana penyeberangan jalan.

"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses," kata Dinar dalam keterangan tertulis, Selasa (4/8).

Terkait adanya usulan untuk menghubungkan kedua JPO, ia mengatakan rencana tersebut memerlukan kajian teknis dari pihak LRT Jabodebek sebagai pemilik dan pengelola JPO integrasi.

Namun, berdasar kondisi eksisting, terdapat kendala teknis yang membuat penyambungan kedua JPO belum memungkinkan untuk dilakukan.

Kedua JPO memiliki perbedaan elevasi lantai sekitar 75 sentimeter, sedangkan jarak horizontal antarkedua struktur hanya sekitar 60 sentimeter.

Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk membangun tangga maupun ramp yang memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta standar aksesibilitas bagi pengguna.

Ia mengatakan meski tidak terhubung secara fisik, masyarakat tetap memiliki pilihan untuk menggunakan kedua JPO tersebut sebagai fasilitas penyeberangan sesuai titik akses yang dibutuhkan.

Jarak antara akses turun kedua JPO juga relatif dekat, yakni sekitar 50 meter, sehingga masyarakat masih dapat memilih fasilitas penyeberangan yang sesuai dengan kebutuhannya.

"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas," kata Dinar.

(yoa/isn)


[Gambas:Video CNN]