Koalisi Buruh Batal Demo Pekan Depan, Cemas Ada Penyusup

CNN Indonesia
Selasa, 04 Agu 2026 11:22 WIB
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh kembali menggelar aksi demonstrasi lanjutan di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Ilustrasi. Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia menunda demonstrasi besar yang rencananya digelar pekan depan karena khawatir aksi ditunggangi penyusup. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) mengurungkan rencana demonstrasi besar mereka pekan depan karena khawatir aksi ditunggangi penyusup.

Aksi rencananya akan digelar pada Senin (10/8) di depan kompleks parlemen untuk mendesak pengesahan RUU Ketenagakerjaan.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan koalisi telah mencermati situasi di lapangan, dan menduga ada kelompok-kelompok yang telah menunggu momentum tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami mencermati ada kelompok-kelompok yang memang sudah menunggu gerakan buruh menggelar aksi besar-besaran. Kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut berpotensi menumpang dalam aksi buruh yang tergabung di KBPBI," kata Andi dalam keterangannya seperti dikutip detikcom, Selasa (4/8).

Dia bilang demonstrasi rencananya akan diikuti sekitar 50 ribu buruh dari 18 konfederasi yang tergabung dalam KBPBI. Namun, mempertimbangkan potensi penyusup, KBPBI memutuskan menundanya sambil terus mengamati perkembangan situasi.

"Kami memikirkan kondisi bangsa ini dan juga situasi masyarakat yang mulai resah dengan kabar soal kerusuhan Agustus," katanya.

Meski begitu, kata Andi, KBBI menegaskan bakal terus mengawal pembahasan RUU Ketenagakerjaan di DPR.

Sebelumnya, mereka juga telah bersafari ke sejumlah Fraksi di DPR untuk menyerahkan draf usulan RUU Ketenagakerjaan. Draf itu disusun oleh anggota Koalisi buruh yang terdiri dari 18 konfederasi dan 157 federasi.

Terakhir, koalisi juga bertemu dengan Pimpinan DPR RI yaitu, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal.

Meski menunda aksi, KBPBI turut memperingatkan DPR potensi kerusuhan besar pada Agustus ini yang bisa saja terjadi jika aspirasi buruh tidak diakomodasi. Koalisi menyampaikan bahwa buruh tidak ingin rangkaian demo Omnibus Law pada 2020 dan setelahnya kembali terulang.

"Kami tidak menginginkan seperti Omnibus Law, jadi berjejal, berjilid-jilid dan sangat panjang, dan perlawanan sangat keras di seluruh Indonesia," ucap Andi.

[Gambas:Youtube]

(thr/isn)


[Gambas:Video CNN]