Polres Bogor Sita Jutaan Obat Keras hingga Ungkap Narkoba 'Pod Getar'

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 11:07 WIB
Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil membongkar 74 kasus dengan menangkap 95 tersangka, yang terdiri dari 91 laki-laki dan 4 perempuan.
Foto: Dok. Istimewa
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepolisian Resor (Polres) Bogor mencatatkan pengungkapan masif dalam pemberantasan peredaran narkotik dan obat terlarang.

Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, Satuan Reserse Narkoba Polres Bogor berhasil membongkar 74 kasus dengan menangkap 95 tersangka, yang terdiri dari 91 laki-laki dan 4 perempuan.

Operasi ini menghasilkan penyitaan berbagai barang bukti dalam jumlah besar, mulai dari 3 kilogram sabu, 1.193 butir pil ekstasi, lebih dari 1 juta butir obat keras, hingga temuan narkotika jenis baru berupa cairan rokok elektrik (pod getar) dan happy water.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gerebek Dua Gudang, Jutaan Obat Keras Disita

Pengungkapan pertama adalah penyitaan total 1.068.900 butir Obat Keras Terbatas (OKT) dari dua gudang penyimpanan besar di kawasan Rancabungur dan Gunung Putri.

Kasus ini bermula dari penyergapan tersangka berinisial DM pada Senin (6/7) di Kecamatan Kemang, yang membawa obat keras siap edar dengan sistem COD (Cash on Delivery).

Pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap pelaku kejahatan farmasi tanpa izin ini. Saat ini, polisi tengah memburu dua orang DPO (JC dan RK) untuk membongkar jaringan pasokan obat ilegal tersebut hingga ke akarnya.

Kasus Pertama di Jabar: 'Pod Getar' Sasar Perumahan Elite

Selain obat keras, Polres Bogor juga mencatatkan diri sebagai yang pertama di jajaran Polda Jawa Barat yang berhasil mengungkap peredaran narkotika jenis baru, yaitu cairan vape yang mengandung etomidate (pod getar) serta happy water.

Polisi menangkap pengedar berinisial EJ yang sudah beraksi selama dua bulan dengan barang bukti 65 cartridge etomidate dan 70 bungkus happy water. Peredaran barang ini secara spesifik menyasar perumahan elite di Gunung Putri dan Citereup karena harganya yang mahal.

"Satu cartridge ini harganya berkisar Rp 4-6 juta. Jadi bisa dibayangkan, ini dipakai untuk rokok elektrik yang mungkin hanya dipakai 40 kali hisap," jelas Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, Senin (20/7).

Selamatkan Generasi Muda

Dengan rangkaian keberhasilan pembongkaran 74 kasus ini, kepolisian menyatakan bahwa upaya masif ini telah mencegah dampak buruk narkoba di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Bogor.

"Penyitaan total lebih dari 1 juta butir obat keras dari dua gudang jaringan itu telah berhasil menyelamatkan ratusan ribu jiwa generasi muda dari ancaman bahaya penyalahgunaan obat terlarang," tegas AKBP Wikha.

(tim) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]