Polisi Dalami Isu Tramadol Bakal Dipasok ke Jakarta Jelang Demo

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 13:18 WIB
Massa pengunjuk rasa yang menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja terlibat bentrok dengan polisi di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2020. Unjuk rasa tersebut berakhir ricuh dan mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak. CNN Indones
Ilustrasi demo rusuh. cnnindonesia/Bisma Septalisma
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya turun tangan menyelidiki informasi beredar soal rencana obat keras jenis tramadol akan dipasok menjelang demo di Jakarta.

Informasi tersebut diunggah di akun Instagram @badanperwakilannetizen2. Dalam unggahannya, disebut pihaknya memiliki informasi bahwa ada oknum aparat yang akan mendistribusikan tramadol ke suatu kelompok untuk merusuh dalam aksi demo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam waktu dekat ada oknum aparat yang akan mendistribusikan tramadol ke suatu kelompok untuk merusuh di aksi demo yang seharusnya damai," demikian disampaikan dalam unggahan itu.

Saat dikonfirmasi, Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David mengatakan pihaknya bakal mendalami soal informasi tersebut.

"Kita dalami. Semua peredaran gelap kita tindak," kata David ssat dikonfirmasi, Selasa (21/7).

[Gambas:Instagram]

Disampaikan David, pihaknya bakal mengerahkan personel kepolisian untuk menyisir di sejumlah titik dan jalur yang diduga menjadi rute distribusi tramadol.

"Iya (anggota akan dikerahkan untuk menyisir)," ucap dia.

Dalam unggahan di akun tersebut, akun Instagram @poldametrojaya turut merespon dan meninggalkan komentar dalam unggahan itu.

"Halo @badanperwakilannetizen2, terima kasih atas informasi dan perhatian yang diberikan terhadap situasi kamtibmas. Untuk informasi yang akan diberikan kami DM ya min. Terima kasih," demikian komentar tersebut.

(dis/gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]