Kecelakaan KA di Semarang, Gubernur Jateng Pastikan Bantuan Perawatan
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyampaikan belasungkawa atas peristiwa kecelakaan di perlintasan kereta api Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang yang terjadi pada Senin (20/7).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang melintas di perlintasan kereta api. Sepeda motor kemudian tertabrak kereta barang yang melaju dari arah barat menuju timur.
"Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya, atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran," kata Luthfi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat kecelakaan itu, seorang warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara berinisial HRA (9)meninggal dunia, sementara dua korban lainnya, yakni ZIA (12) dan Rujito (45), mengalami luka pada bagian kepala dan menjalani perawatan medis di RSUP Dr Kariadi Semarang.
Menurut Luthfi, peristiwa yang terjadi saat anak-anak hendak berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru sangat mengetuk hati. Ia mengajak masyarakat mendoakan korban meninggal, serta kesembuhan bagi dua korban yang masih dirawat.
"Kita doakan yang sudah mendahului mendapatkan husnul khatimah. Kemudian yang masih dirawat semoga segera dipulihkan," ujarnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Luthfi juga menyerahkan bantuan dan memastikan Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan rumah sakit terkait perawatan dua korban.
"Rumah sakit saya perintahkan untuk membantu penuh. Nanti Dinas Kesehatan berkoordinasi agar penderitaan keluarga itu dapat diringankan," ujar Luthfi.
Berdasarkan keterangan kepolisian, petugas penjaga perlintasan telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengendara. Namun, pengendara sepeda motor tetap melintasi rel kereta. Akibatnya, kendaraan bagian belakang kendaraan tertabrak kereta.
Tabrakan tersebut membuat ketiga korban dan sepeda motor terpental hingga ke pembatas jalan. Saat dievakuasi, para korban dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Secara khusus, Luthfi meminta agar peristiwa tersebut menjadi pelajaran bersama, sehingga masyarakat lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Masyarakat diingatkan tidak menerobos ketika petugas telah memberikan peringatan maupun ketika sirene perlintasan berbunyi.
"Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas, apalagi bunyi peringatan, palang pintu belum turun pun harus berhenti," katanya.
Luthfi mengingatkan, kecepatan dan jarak kereta api sulit diperkirakan oleh pengendara. Karena itu, kepatuhan terhadap rambu dan arahan petugas menjadi hal penting untuk mencegah kecelakaan serupa.
"Ini menjadi perhatian kita agar tidak terulang kembali," pungkas Luthfi.
(rea/rir) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]