Curhat Perpusnas ke DPR: Program Buku Terancam Mandek Imbas Efisiensi

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 14:11 WIB
Selain desa, program buku juga didistribusikan untuk taman baca, puskesmas, hingga taman literasi, yang setiap titiknya mendapat 1.000.
Ilustrasi. Pengunjung memilih buku untuk dibaca di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), E Aminudin Aziz mengungkap keresahan pihaknya bahwa program bagi-bagi buku untuk setiap desa terancam mandek imbas efisiensi atau pengurangan anggaran mereka di 2026.

Selain desa, program buku juga didistribusikan untuk taman baca, puskesmas, hingga taman literasi, yang setiap titiknya mendapat 1.000.

"Bahwa betul dengan penurunan anggaran yang sangat drastis, pekerjaan yang terkait dengan literasi itu menjadi terganggu," kata Aminudin dalam rapat kerja Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) APBN tahun anggaran 2025 di Komisi X DPR, Kamis (16/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun 2026 ini tidak bisa kami kerjakan karena tidak ada uangnya," imbuhnya.

Menurut Aminudin, program bagi-bagi buku telah berjalan sejak dua tahun terakhir.

Padahal, kata Aminudin, program tersebut selama ini menuai respons positif dari masyarakat.

"Satu lokus [titik lokasi] 1.000 buku. Ini disambut dengan sangat luar biasa, dimanfaatkan dengan sangat baik, dan ini mendapatkan respons yang sangat-sangat positif," katanya.

Namun di 2026, program terancam tak bisa diteruskan karena efisiensi. Perpuspnas, kata Aminudin, menerima pagu indikatif 2026 sebesar Rp721,6 miliar. Kementerian Keuangan belakangan memberitahukan pemblokiran sebesar Rp132 miliar.

"Lalu itu artinya ada anggaran efektif yang bisa digunakan oleh Perpustakaan Nasional itu sebesar Rp589,5 miliar," katanya.

Padahal, kata Aminudin, jumlah angka yang diblokir pada tahun sebelumnya digunakan untuk program literasi bagi-bagi buku ke desa dan perpustakaan daerah.

Bahkan, lanjut Aminudin, bukan hanya program bagi-bagi buku yang terancam mandek, namun juga beberapa program lain seperti renovasi dan fasilitas teknologi dan komunikasi.

"Nah, ini menjadikan rencana kita untuk menggerakkan literasi lebih masif ini tidak bisa kita kerjakan," katanya.

(thr/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]