DKI Colek Pemilik Truk soal Kerugian JPO Tendean Miliaran Rupiah
Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan (Jaksel), dibongkar imbas ditabrak truk bermuatan alat berat atau crane pada dini hari awal pekan ini. Kerugian akibat peristiwa tersebut mencapai miliaran rupiah, dan membuat kemacetan cukup berat saat penanggulangannya.
"Belum ada angka pasti (biaya pembangunan JPO) karena perencanaan teknis masih berjalan. Namun, kerugian material dari kerusakan ini sudah diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Biaya akhir (pembangunan JPO) akan tergantung desain, spesifikasi, dan hasil kajian," kata Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, kepada wartawan, Kamis (16/7) dikutip dari detik.com.
Chico menuturkan rencana pembangunan ulang JPO Tendean akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun Pemprov DKI Jakarta juga akan mencari anggaran melalui tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Utama dari APBD DKI Jakarta, sesuai tanggung jawab Pemprov dalam pemeliharaan infrastruktur publik. Kami juga sedang melakukan pembicaraan terkait pertanggungjawaban pihak perusahaan pemilik truk. Jika ada dukungan swasta melalui CSR atau mekanisme lain, tentu akan kami pertimbangkan untuk mempercepat proses, tapi prioritas tetap APBD dan pemulihan aset negara," tuturnya.
Lebih lanjut, Chico menyampaikan rencana teknis pembangunan JPO Tendean sedang disusun. Rencananya, akan ada penambahan pengamanan tinggi muatan di JPO.
"Dinas Bina Marga sedang menyusun perencanaan teknis (kajian mendalam termasuk desain yang lebih aman, seperti penambahan pengamanan tinggi muatan) sesuai ketentuan yang berlaku," kata Chico.
"Proses ini memerlukan waktu untuk memastikan JPO baru lebih kokoh, ramah pejalan kaki, dan mencegah kejadian serupa," imbuhnya.
Sebelumnya, JPO di Jalan Kapten Tendean mengalami kerusakan parah setelah tertabrak truk crane pada Selasa (14/7) dini hari WIB. Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami rekayasa sebelum akhirnya kembali normal pada malam harinya.
Dari pemeriksaan sementara aparat, diduga saat peristiwa itu terjadi, sopir truk tersebut sedang menggunakan ponsel alias handphone (HP).
Belakangan, Andre (28), selaku sopir truk tersebut mengaku saat peristiwa itu terjadi dirinya tengah fokus melihat aplikasi peta daring alias maps.
"Kita ini, kita 2 kilo (meter) lagi nyampe ini. Kita fokus lihat Maps," kata Andre saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (14/7).
Andre mengaku baru melewati JPO Tendean untuk pertama kalinya. Dia mengaku belum tahu tentang kondisi Jalan Tendean.
"Baru ini (lewat Tendean), (sebelumnya) belum tahu," katanya.
Andre mengatakan truk dikendarainya dari arah Bogor. Dia mengaku alat berat yang dibawanya akan diantar ke arah Kejaksaan Agung (Kejagung) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
"Mau bawa ke ini, Kejaksaan (Agung). Dari Summarecon Bogor," katanya.
Imbas tabrakan tersebut, JPO tersebut miring--nyaris roboh--dan truk beserta crane yang diangkut terlihat tersangkut di bawahnya.
Kecelakaan itu terjadi pada Selasa dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Titik kecelakaan terjadi di Jalan Tendean arah ke Blok M, Jakarta Selatan.
Kecelakaan itu pun membuat lalu lintas tersendat, dan macet mengular di sekitarnya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/kid) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]