Densus Terjun Dalami Ledakan di MAN 3 Padang, Satu Pelajar Ditangkap

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 15:50 WIB
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan ikut mendalami kasus ledakan yang terjadi di SMAN 3, Balai Gadang, Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat.
Densus 88 Polri menyelidiki ledakan di SMAN 3 Padang. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri turun tangan ikut mendalami kasus ledakan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN 3) Balai Gadang, Koto Tengah, Padang, Sumatera Barat.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Mayndra Eka Wardhana menjelaskan ledakan terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Pihak keamanan sekolah kemudian menemukan barang yang diduga merupakan bom rakitan dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

"Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya," ujarnya dalam keterangan tertulis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan selanjutnya polisi mengamankan salah seorang pelajar berinisial R (17 tahun) yang diduga merupakan pemilik barang-barang tersebut.

"Identitas korban yang disebut sebagai sasaran rencana tindakan berasal dari keterangan pelaku dan masih memerlukan pendalaman," tuturnya.

Lebih lanjut, Mayndra mengatakan pelaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring lantaran terinspirasi oleh aksi serupa di SMAN 72 Jakarta.

"Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh TIM Penyelidik," tuturnya.

Mayndra memastikan tidak ada korban jiwa dan luka dalam kejadian ini. Ia menyebut barang-barang berbahaya itu juga telah diamankan pihak kepolisian.

Ia menambahkan dari hasil pemeriksaan awal pelaku merakit sendiri alat peledak dengan memakai bahan-bahan yang diperoleh secara daring dan dibuat di rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya.

"Pelaku mengaku telah bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak. Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum," tuturnya.

(tfq/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]