Pemkot Depok Bongkar Bangunan SDN Pondok Cina 1 di Margonda

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 09:18 WIB
bangunan lama SD Negeri Pondok Cina (Pocin) 1 di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, akhirnya dibongkar, Senin (13/7).
Setelah sempat menjadi polemik berkepanjangan, bangunan lama SD Negeri Pondok Cina (Pocin) 1 di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, akhirnya dibongkar, Senin (13/7). (detik/Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bangunan lama SD Negeri Pondok Cina (Pocin) 1 di Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat, akhirnya dibongkar setelah sempat menjadi polemik berkepanjangan. Kini bangunan SD di pinggir jalan protokol itu terlihat sudah rata dengan tanah.

Mengutip dari detik.com, Selasa (14/7), sebagian besar bangunan sekolah yang sempat ditolak pembongkarannya oleh orang tua/wali murid tersebut kini telah rata dengan tanah.

Pada Senin (13/7) kemarin, proses pembongkaran bangunan dilakukan dengan menggunakan alat berat. Kemudian para pekerja berjibaku membersihkan sisa puing bangunan untuk diangkut kendaraan bak terbuka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pagar sekolah juga sudah ditutup dengan seng. Tampak papan informasi proyek yang terpasang di lokasi. Papan proyek itu menjelaskan lokasi eks SDN Pocin 1 akan diubah menjadi rumah kreatif anak istimewa.

"Pembangunan dan penataan lingkungan rumah kreatif anak istimewa," demikian tertulis di papan proyek itu.

Sekilas balik polemik SDN Pondok Cina 1

Polemik terkait SDN Pocin 1 bermula pada 2022. Saat itu, Pemerintah Kota Depok berencana membongkar bangunan sekolah untuk pembangunan Masjid Raya Depok.

Rencana tersebut memicu penolakan dari sebagian orang tua murid yang khawatir terhadap kelangsungan pendidikan anak-anak mereka. Sejumlah orang tua kemudian menggugat Wali Kota Depok saat itu, Mohammad Idris, ke PTUN Bandung dan PTUN Jakarta. Namun, gugatan tersebut ditolak pengadilan.

Selain menggugat ke PTUN, kelompok orang tua murid juga melaporkan persoalan tersebut ke kepolisian, Ombudsman RI, hingga Komnas HAM.

Suasana jalan untuk masuk ke sekolah SDN 01 Pondok Cina,Rabu (9/11/2022). (CNN Indonesia/Andry Novelino)Momen penolakan warga dan orang tua/wali murid menolak penggusuran SDN Pondok Cina 1 di Jalan Margonda, Depok, Rabu (9/11/2022). (CNN Indonesia/Andry Novelino) 

Di tengah polemik itu, Pemkot Depok memindahkan seluruh siswa SDN Pocin 1 ke gedung SDN Pocin 5. Selanjutnya, SDN Pocin 5 resmi berganti nama menjadi SDN Pocin 1.

Keadilan yang diharapkan para orang tua/wali murid itu kandas di pengadilan. Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta menguatkan putusan PTUN Bandung yang mengandaskan gugatan  11 wali murid atau orang tua murid di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pondok Cina 1 pada 2024 lalu.

Para orang tua/wali murid kemudian mencoba berjuang lewat kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

Sementara itu pembangunan Masjid Raya Depok di lahan SDN Pondok Cina 1 itu batal. Setelah rencana pembangunan Masjid Raya Depok batal, bangunan lama SD yang berada di Jalan Margonad itu sempat tidak dimanfaatkan.

Mengutip dari detik.com, Wali Kota Depok Supian Suri kemudian memutuskan lahan tersebut dialihfungsikan menjadi Rumah Kreatif Anak Istimewa. Proyek pembangunan rumah kreatif itu memiliki nilai anggaran Rp15,7 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu 165 hari.

Respons warga

Sementara itu, Warga mengaku kecewa dengan pembongkaran bangunan SDN 1 Pocin. Salah satunya, Agus Dowan, warga sekitar yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi ojek online (ojol). Ia menyayangkan pembongkaran tersebut.

"Kecewalah," ujar Agus tak jauh dari lokasi eks SDN 01 Pocin, Senin kemarin, dikutip dari detik.com.

Agus mengatakan SDN Pocin 1 ini berdiri sejak 1960-an. Ia menilai alih fungsi lahan menjadi Rumah Kreatif Anak Istimewa bukan solusi yang bijak.

Ia pun mendesak Pemkot Depok memberikan penjelasan transparan kepada publik. Terlebih, menurut Agus, anggaran yang digelontorkan untuk proyek Rumah Kreatif Anak Istimewa itu tidak sedikit.

"Alasannya (kecewa) karena kan sekolah ini dari tahun '60 udah ada, Pak. Udah berapa alumni dari tahun '60 sampai sekarang? Itu paling pertama, sebagai warga di sini, ya kan. Itu sangat disesali sekali. Dia bangun ini buat apa? Kan gitu," ujar Agus.

"Jangan sampai nanti jadi warga punya berpikiran, 'Ah, ini mah simulasi, kamuflase doang ini biar budget turun', kan begitu. Proyekan, ya kan? Lah emangnya bikin ini semua enggak pakai proposal? Nggak pakai tender? Iya. 'Hah? SD dilarang, sekarang dibikin untuk difabel. Nah, itu. Di mana visi-misinya di mana? Tujuannya apa gitu loh'," imbuhnya.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]