UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual

CNN Indonesia
Minggu, 12 Jul 2026 16:21 WIB
UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelaku Pelecehan Seksual
Ilustrasi. (Istockphoto/Markgoddard).
Sleman, CNN Indonesia --

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menonaktifkan seorang dosen di kampusnya yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya.

Dugaan kasus ini viral di media sosial sejak beberapa waktu terakhir. Sebuah unggahan di Threads memperlihatkan tangkapan layar percakapan pesan WhatsApp yang diduga berisi komunikasi antara oknum dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) itu dengan beberapa mahasiswinya.

Unggahan itu menyoroti sejumlah pesan bernada pelecehan verbal dari oknum dosen kepada beberapa mahasiswi sebagai terduga korban. Unggahan itu pun memantik berbagai respons, termasuk pengakuan warganet yang mengalami perlakuan serupa dari si oknum dosen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons hal ini, UMY melalui sebuah keterangan tertulis resmi menyatakan telah menerima dan mencermati informasi beredar. Surat berisi 6 poin itu diteken oleh Rektor UMY, Achmad Nurmandi tertanggal 11 Juli 2026.

Pada poin keempat, dituliskan bahwa Prodi Farmasi dan FKIK telah mengambil tindakan pada Sabtu (11/7) kemarin. Berupa melaksanakan investigasi bersama dengan Satgas PPKPT Universitas untuk melakukan penelusuran, pemeriksaan, dan identifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat, memiliki keterkaitan, atau mengetahui informasi mengenai peristiwa tersebut.

Dalam hal ini, tim akan turut menelaah kemungkinan adanya kasus lain yang berkaitan, serupa, atau belum sempat dilaporkan supaya tak ada informasi maupun persoalan yang terabaikan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan rekomendasi awal dari Program Studi Farmasi, FKIK, dan Satgas PPKPT UMY, Universitas menonaktifkan sementara dosen yang bersangkutan dari seluruh tugas akademik dan nonakademik," tulis poin kelima pada surat pernyataan yang diterima, Minggu (12/7).

"Penonaktifan sementara tersebut berlaku sampai proses pemeriksaan selesai dan diterbitkan keputusan lebih lanjut oleh Universitas sesuai dengan ketentuan yang berlaku," lanjutnya.

UMY juga menyampaikan keprihatinan atas dugaan kasus tersebut serta menyatakan akan memberikan dukungan, perlindungan, dan pendampingan psikologis kepada para korban maupun pihak yang telah menyampaikan informasi. Universitas juga menjamin tersedianya ruang pelaporan yang aman serta perlindungan terhadap kerahasiaan identitas pelapor.

Dalam pernyataannya, UMY menegaskan pimpinan universitas memandang persoalan tersebut dengan sangat serius dan berkomitmen menjaga lingkungan kampus tetap aman, bermartabat, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. UMY juga menyebut investigasi dilakukan secara menyeluruh bersama Satgas PPKPT untuk memastikan proses penanganan berlangsung berdasarkan informasi yang lengkap, akurat, objektif, dan berbasis fakta.

Selain itu, UMY menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan, kekerasan, intimidasi, maupun tindakan lain yang mengancam keamanan, kenyamanan, dan martabat sivitas akademika.

Universitas turut meminta masyarakat memberikan ruang bagi proses pemeriksaan agar dapat berjalan secara objektif serta tidak menyebarkan identitas maupun informasi yang belum terverifikasi demi menjaga hak dan privasi seluruh pihak yang terkait.

(kum/ugo) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]