Pimpinan DPR Bantah Tunda Pembahasan RUU Pemilu

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 15:43 WIB
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurizal memastikan pada waktunya anggota dewan akan segera membahas RUU Pemilu lewat rapat Bamus.
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurizal memastikan pada waktunya anggota dewan akan segera membahas RUU Pemilu lewat rapat Bamus. CNN Indonesia/Thohirin
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurizal membantah masih menunda pembahasan RUU Pemilu bersama pemerintah meski telah didorong sejumlah pihak untuk dibahas tahun ini.

Cucun belum mengungkap alasan DPR belum membentuk Panitia Kerja (Panja) RUU Pemilu di Komisi II. Dia bilang pimpinan pada waktunya akan segera membahas RUU tersebut dalam rapat Bamus.

"Enggak, enggak ada yang ditunda. Nanti kan prosesnya kalau sudah masuk rapi, kita bahas di pimpinan, kemudian di Bamus-kan," kata Cucun di kompleks parlemen, Kamis (9/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cucun mengaku juga tak tahu menahu soal daftar inventarisir masalah (DIM) RUU Pemilu yang disebut telah diserahkan ke para ketua umum partai. Dia bilang, DIM mestinya diserahkan pemerintah ke DPR sebelum dibahas bersama.

"Kok ke parpol? Kalau DIM-nya pasti kan masuk dulu ke DPR dulu kan," kata dia.

Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda sebelumnya mengaku belum mendapat lampu hijau dari pimpinan DPR untuk mulai membahas secara resmi revisi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Namun, Komisi II telah melakukan ijtihad politik dengan menggelar rapat audiensi dengan para pakar dan pemerhati pemilu. Hasilnya, pihaknya telah menyusun 28 DIM RUU yang telah diserahkan ke masing-masing fraksi.

Namun, rapat-rapat dan penyusunan DIM di luar prosedur resmi penyusunan RUU. Sebab, pembahasan secara resmi mestinya dimulai dengan pembentukan Panja sebelum melibatkan masyarakat luas.

"Kita lakukan per dua minggu di Komisi II DPR RI agar memenuhi meaningful participation sebagaimana perintah dalam berbagai putusan MK, kami memberanikan diri menyusun daftar inventarisir masalah," katanya.

(thr/gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]