Satgas PRR Perkuat Struktur Jembatan Enang-Enang Penuhi Aspirasi Warga

Kemendagri | CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 20:03 WIB
Kemendagri
Kunjungan Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito, ke Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (7/7). (Foto: Arsip Kemendagri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatra memastikan akan memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Langkah ini diambil demi merespons aspirasi warga Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Sebelumnya, warga setempat bergotong royong memperbaiki jembatan tersebut secara swadaya. Upaya itu dilakukan secara mandiri demi mempertahankan mobilitas harian serta aktivitas ekonomi dan pendidikan mereka.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pemerintah telah menyepakati tiga langkah penanganan di kawasan tersebut. Langkah itu meliputi pelebaran jalan alternatif melalui Simpang Werlah, pembangunan jembatan permanen baru, serta perkuatan struktur Jembatan Enang-Enang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah sepakat. Pertama, jalan alternatif Werlah akan diperlebar dan diperbaiki oleh Balai PU. Kedua, jembatan permanen akan tetap dibangun oleh Kementerian PU karena memang penting untuk masyarakat Tanah Gayo," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).

Keputusan mempertahankan fungsi Jembatan Enang-Enang diambil setelah pemerintah mendengar langsung kebutuhan masyarakat. Jalur tersebut dinilai menjadi akses tercepat menuju berbagai pusat kegiatan warga.

Menurut Tito, apabila masyarakat harus menggunakan jalur lain, jarak tempuh menjadi lebih jauh dan biaya transportasi ikut meningkat. Namun, aspek keselamatan tetap menjadi pertimbangan utama selama proses transisi berlangsung.

"Saya tadi tanya kenapa masyarakat tetap ingin memakai jembatan ini. Ternyata kalau harus memutar, jaraknya jauh, biaya bensin juga bertambah. Karena itu jembatan ini tetap akan difungsikan," kata dia.

Ia menegaskan kendaraan bertonase besar masih belum diizinkan melintasi Jembatan Enang-Enang. Pembatasan tersebut berlaku hingga kajian teknis mengenai kondisi struktur jembatan selesai dilakukan.

Di sisi lain, Plt. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Zulkarnaini, mengatakan pekerjaan perkuatan akan difokuskan pada fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan akibat bencana. Material yang dibutuhkan juga telah mulai dikirim ke lokasi.

"Untuk Jembatan Enang-Enang, kami akan melakukan perkuatan pada fondasi dan abutment yang mengalami kerusakan. Material sebagian sudah sampai di lokasi dan dalam minggu ini pekerjaan perkuatan akan kami mulai," ucapnya.

Di samping penanganan jangka pendek, pemerintah juga menyiapkan pembangunan jembatan permanen baru yang lokasinya tidak jauh dari Jembatan Enang-Enang. Jembatan dengan bentang sekitar 300 meter itu dirancang menjadi solusi jangka panjang bagi konektivitas di kawasan Tanah Gayo.

Penyempurnaan desain ditargetkan berlangsung sepanjang 2026, sedangkan pekerjaan fisik direncanakan dimulai pada 2027 setelah seluruh kajian teknis selesai.

Di sisi lain, pemerintah juga akan memperlebar jalan alternatif Simpang Werlah dari empat meter menjadi enam meter. Jembatan permanen di jalur tersebut juga akan dibangun agar kendaraan bertonase besar tetap memiliki akses selama pembangunan berlangsung.

BPJN Aceh juga telah mengalokasikan anggaran untuk membangun sejumlah jembatan permanen lain di kawasan terdampak. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana di Kabupaten Bener Meriah.

(rir) Add as a preferred
source on Google