Pramono Bahas Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp200 Ribu per Bulan

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 13:14 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat peresmian kawasan terpadu yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta di area JIS.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan segera membahas usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait tarif Transjakarta dan Transjabodetabek. (CNN Indonesia/Febria Adha L)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan segera membahas usulan Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) terkait tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.

Tak hanya itu, dia juga mengatakan akan mempertimbangkan usulan terkait skema berlangganan tarif Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk usulan dari dewan transportasi, tentunya segera akan dikaji oleh Pemerintah DKI Jakarta. Saya sudah mendapatkan usulan tersebut," kata Pramono di Jakarta Pusat, Selasa (7/7) dikutip dari Antara.

Dia menuturkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek.

Selain itu, Pramono juga akan secepatnya memutuskan tarif Transjabodetabek rute Bandara Soekarno Hatta-Blok M.

Saat ini, kata dia, tarif Transjabodetabek untuk rute tersebut masih dibahas bersama DPRD DKI Jakarta.

"Segera memang harus diambil keputusan, terutama untuk Transjabodetabek yang ke bandara, yang pada waktu itu saya janjikan dalam waktu tiga bulan akan kita umumkan. Ini sudah lebih dari tiga bulan," ujar Pramono.

Sebelumnya, Ketua DTKJ Sugihardjo mengusulkan tarif berlangganan bus Transjakarta sebesar Rp200.000 per bulan agar ongkos pekerja yang menggunakan angkutan umum tersebut setiap hari menjadi lebih terjangkau.

Skema itu diusulkan bersamaan dengan rencana penyesuaian tarif reguler Transjakarta menjadi Rp5.000 untuk layanan BRT, non-BRT, dan mikrotrans yang terintegrasi.

Dengan skema tersebut, pengguna akan memperoleh potongan biaya, berbeda dengan tarif harian.

Perhitungan tarif langganan itu didasarkan pada asumsi pengguna melakukan perjalanan pulang pergi selama 25 hari kerja dalam satu bulan.

"Jadi, kalau orang yang bekerja hitungannya sehari sebulan 25 hari kerja, itu tarifnya mestinya kalau Rp5.000 berangkat, Rp5.000 pulang, udah Rp10.000. Kan jadi kali 25 hari berapa? Rp250.000," kata Sugihardjo.

(antara/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]