Polda Jatim Kejar Terduga Pelaku Pembunuhan Sekdin Bangkalan

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 18:12 WIB
Petugas Kortastipidkor menggeledah kantor Bea Cukai Juanda
Polda Jatim mengejar terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan, RYS, yang ditemukan tewas di mobil dinas. (Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya, CNN Indonesia --

Polda Jawa Timur (Jatim) mengaku tengah melakukan pengejaran terduga pelaku pembunuhan Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan berinisial RYS (51), yang mayatnya ditemukan di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur mengatakan pihaknya tengah membantu Polresta Sidoarjo untuk mengejar terduga pelaku yang terindikasi melarikan diri ke sejumlah kota.

"Benar, kami back up penuh kasus itu. Sudah kami bagi anggota menjadi beberapa tim untuk melakukan pengejaran terduga pelaku di sejumlah kota," kata Jumhur, Senin (5/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jumhur menjelaskan, salah satu tim bergerak melakukan pengejaran ke arah barat. Namun, kepolisian belum dapat mengungkap secara rinci lokasi yang menjadi sasaran operasi demi kepentingan penyidikan.

"Iya arah barat. Nanti kita akan beritahu lagi kalau hasil ya," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan keluarga menyambut baik langkah Polda Jatim yang turun langsung membantu proses pengejaran pelaku.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Siko Sesaria Putra menyebut, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan. Namun, pihaknya belum membeberkan detail perkembangan penyidikan.

"Masih lidik, nanti diinformasikan kalau sudah rilis resmi," katanya.

RYS (51) ditemukan tak bernyawa secara misterius di dalam mobil dinas di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Rabu (24/6).

Dugaan pembunuhan itu menguat setelah tim forensik Rumah Sakit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menemukan sejumlah indikasi kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan luar menunjukkan adanya luka robek pada kuping telinga kiri akibat benturan benda tumpul.

Selain itu, dokter forensik juga menemukan pelebaran pembuluh darah pada kelopak mata dan kebiruan pada bibir yang lazim dijumpai pada korban meninggal akibat mati lemas atau asfiksia. Pemeriksaan organ dalam turut memperlihatkan perubahan warna pada lidah, epiglotis, saluran napas bagian atas, hingga dinding lambung.

Kendati demikian, penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan lantaran kondisi pembusukan lanjut pada organ tubuh korban. Saat ini, kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi Laboratorium Forensik Polda Jatim terhadap sampel ginjal, lambung beserta isinya, serta kuku jari korban.

(frd/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]