Gempa M 5,9 Mindanao, Guncangan hingga Skala IV-V di Kepulauan Sangihe
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,9 terjadi di Mindanao, Filipina, utara Indonesia, Senin (6/7) petang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan atas gempa yang terjadi di laut tersebut tak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia.
"Hari Senin, 6 Juli 2026, pukul 15.11.10 WIB wilayah Mindanao, Filipina diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 29 km," demikian keterangan BMKG yang diterima Senin sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusat gempa atau episentrum berada di laut sekitar 165 kilometer Barat Laut Tahuna, Kepualuan Sangihe.
BMKG menyatakan berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas cukup besar di sejumlah pulau di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut).
"Skala V MMI (Getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang, dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.) di Pulau Marore, Kepulauan Sangihe," demikian pernyataan BMKG.
"IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi.) di Kendahe dan Nusa Tabukan, Kepulauan Sangihe," sambungnya.
Selain itu skala III MMI yakni Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu juga dirasakan di Maluku Utara yakni di Ternate, Tidore, Sanana, dan Morotai.
Skala III MMI juga dirasakan di Kota Tahuna dan Melonguane, Sulawesi Utara.
"Hingga pukul 15.45 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo M5,3," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan tersebut.
(kid) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]