Satu per satu Terduga Penyerang Aparat di Katingan Kalteng Tertangkap
Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan kembali menangkap seorang pria berinisial R yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan saat penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah.
Peristiwa itu menewaskan tiga anggota polisi dari Polres Katingan.
"Benar, kami berhasil mengamankan seorang pria berinisial R yang diduga juga terlibat dalam kasus penyerangan anggota kami di Katingan," kata Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono saat dikonfirmasi di Palangka Raya, Minggu (5/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan tim gabungan usai menangkap sejumlah terduga pelaku.
Menurut dia, penyidik masih mendalami peran R dalam peristiwa penyerangan yang menewaskan dua personel Polres Katingan.
"Saat ini terduga pelaku masih dimintai keterangan dan masih dalam rangka pengembangan," ujarnya.
Dodik menegaskan pengejaran terhadap terduga pelaku lain masih terus dilakukan.
Tim gabungan Polda Kalimantan Tengah bersama Polres Katingan tetap bergerak di lapangan untuk mengembangkan penyidikan berdasarkan keterangan saksi maupun barang bukti yang telah dikumpulkan.
"Terduga pelaku lainnya masih dalam proses pengejaran oleh tim gabungan. Kami akan terus melakukan pengembangan hingga seluruh pihak yang terlibat berhasil diamankan," katanya.
Sebelumnya, polisi juga telah menangkap pria berinisial S alias A yang diduga terlibat penyerangan terhadap personel Satresnarkoba Polres Katingan.
"Benar, berdasarkan informasi dari tim yang berada di lapangan, tim gabungan berhasil mengamankan satu terduga pelaku," kata Kepala Polda Kalimantan Tengah Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan di Katingan, Jumat pekan lalu.
Terduga pelaku ditangkap di sebuah lanting sedot emas di kawasan Desa Tumbang Pariyei, Kecamatan Katingan Tengah.
Peristiwa penggerebekan terhadap terduga bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, terjadi pada Kamis (2/7) dini hari.
Saat operasi berlangsung, petugas diduga mendapat perlawanan dari sejumlah orang yang membawa senjata tajam.
Dalam insiden itu, Aipda Yudhi Perdana Putra gugur saat menjalankan tugas. Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan setelah sebelumnya dilaporkan hilang.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

