Wamen LH: Karakteristik Kebakaran TPA Jatiwaringin Mirip Lahan Gambut

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 18:05 WIB
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyebut kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memiliki karakteristik serupa dengan kebakaran lahan gambut. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Tangerang, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono menyebut kebakaran yang melanda TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memiliki karakteristik serupa dengan kebakaran lahan gambut.

Diaz menjelaskan api yang membakar TPA Jatiwaringin tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga terus menyala di bagian dalam timbunan sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini karakteristiknya mirip seperti kebakaran lahan gambut. Karena mungkin di atasnya terlihat sudah padam, tetapi ketika kita lihat di bagian bawahnya ini masih ada apinya gitu," ujar Diaz saat mengunjungi lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Sabtu (4/7).

Ia menyebut, kebakaran di TPA Jatiwaringin memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan kebakaran gambut. Sebab, timbunan sampah mengandung gas metana (CH4) yang berpotensi memicu ledakan.

"Dan lebih bahaya lagi, karena ini sifatnya CH4 atau metana, itu punya potensi untuk meledak gitu. Jadi kalau gambut, mungkin hanya potensinya kebakaran karena tidak ada gas seperti yang di sini gitu," jelasnya.

Oleh karena itu, pola penanganan yang diterapkan pun disesuaikan dengan pemadaman lahan gambut. Kementerian Kehutanan menerjunkan sebanyak 30 personel Manggala Agni untuk mempercepat proses pemadaman TPA Jatiwaringin dengan melakukan metode inject.

"Mereka ini ahli dalam memadamkan gambut, jadi yang serupa dengan TPA ini. Karena TPA ini mungkin kurang efektif kalau diairi dari atas saja. Karena di bawahnya tetap kebakaran, sehingga kita butuh bantuan Manggala Agni untuk melakukan injection sampai ke titik di bawah," tuturnya.

Selain itu, pemerintah juga masih menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu mempercepat penanganan kebakaran. Meski demikian, upaya rekayasa cuaca masih menunggu kondisi atmosfer yang memungkinkan.

"Untuk OMC ini kan nunggu awan. Nah awannya ini belum ada gitu. Jadi kemungkinan dari BMKG tadi, bahwa besok kemungkinan akan ada hujan tipis-tipis, sehingga dimungkinkan untuk melakukan OMC besok," kata dia.

Sebagai informasi, kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6). Memasuki hari kelima pada Sabtu (4/7), petugas gabungan masih terus berupaya mengendalikan api dengan mengerahkan armada pemadam kebakaran, alat berat, dua helikopter water bombing, serta personel Manggala Agni yang menangani titik api di dalam timbunan sampah.

(dod/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]