Ramai Warga Nonton Bareng Pemadaman Water Bombing TPA Jatiwaringi

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 03:15 WIB
Petugas gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (2/7/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Petugas gabungan terus berjibaku memadamkan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Tangerang, CNN Indonesia --

Di tengah upaya petugas berjibaku memadamkan kebakaran TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, terselip pemandangan yang cukup unik dan tak biasa.

Puluhan warga justru memadati area persawahan untuk menyaksikan dua helikopter water bombing milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beraksi menjatuhkan ribuan liter air ke titik-titik api membakar timbunan sampah.

Momen itu terjadi pada hari keempat kebakaran, Jumat (3/7) sore. Anak-anak, remaja hingga orang dewasa berkumpul di hamparan sawah di sisi utara TPA Jatiwaringin, tidak jauh dari danau yang menjadi sumber air bagi helikopter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari lokasi tersebut, warga dapat menyaksikan langsung lalu lalang helikopter yang mengambil air sebelum menjatuhkannya ke timbunan sampah yang masih terbakar. Kepulan asap pekat yang membumbung dari gunungan sampah pun tampak jelas dari kejauhan. Bukan hanya menyaksikan dengan mata telanjang, warga turut mengabadikan momen itu dengan kamera gawai.

Bagi Lilis, salah seorang warga, pemandangan itu menjadi pengalaman yang jarang disaksikan setiap harinya.

"Seru. Hitung-hitung hiburan buat anak lagi libur sekolah. Anak-anak juga penasaran pengen lihat helikopter, pengen lihat ngambil airnya di sini kan," kata Lilis.

Lilis mengaku tidak terlalu khawatir berada di lokasi tersebut karena jaraknya masih sekitar 850 meter dari titik kebakaran. Terlebih, kata Lilis, arah angin sedang tidak mengarah ke lokasi warga berkumpul menyaksikan kebakaran.

"Jadi habis pulang kerja, diajak keponakan ke sini. Healingnya lihat helikopter," tutur Diah.

Hal senada disampaikan warga lainnya bernama Diah. Seusai pulang bekerja, ia memilih menghabiskan waktu bersama keponakannya dengan menyaksikan operasi pemadaman dari kejauhan.

"Jadi habis pulang kerja, diajak keponakan ke sini. Healingnya lihat helikopter," tutur Diah.

Meski menjadi tontonan warga, petugas tetap memperketat pengamanan di sekitar lokasi kebakaran. Petugas memberlakukan penyekatan jalan menuju TPA Jatiwaringin untuk membatasi aktivitas masyarakat umum di area yang terdampak asap.

Langkah tersebut dilakukan karena kualitas udara di sekitar lokasi dinilai membahayakan kesehatan. Asap kebakaran dapat berubah arah sewaktu-waktu mengikuti embusan angin.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mengimbau masyarakat di sekitar TPA Jatiwaringin agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menghindari paparan asap.

"Jadi kita memang menganjurkan ke masyarakat jangan sampai terpapar asap. Jadi, hindari paparan asap. Kalau seandainya terpaksa terkena paparan, ya kita harus pakai masker, itu aja sih," imbau Hendra.

Hendra mengungkapkan, hingga saat ini sudah tercatat 154 warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap kebakaran.

Ia juga meminta warga yang mulai mengalami gangguan pernapasan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan atau lima posko kesehatan yang telah disiapkan pemerintah agar tidak berkembang menjadi pneumonia.

"Kalau jadi pneumonia, pasti akan berbahaya, karena pneumonia itu pada balita atau anak, orang yang rentan bisa menyebabkan kematian gitu," jelasnya.

Sebagai informasi, kebakaran TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6) dan hingga Jumat sore api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Proses pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran serta melalui udara menggunakan dua helikopter water bombing BNPB.

(dod/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]