30 Personel Manggala Agni Dikerahkan Atasi Kebakaran TPA Jatiwaringin

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 18:35 WIB
Sebanyak 30 personel Manggala Agni bakal dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin.
Sejumlah 30 personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan bakal dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten. (CNN Indonesia/Dodi Wahyudi)
Tangerang, CNN Indonesia --

Sejumlah 30 personel Manggala Agni Kementerian Kehutanan bakal dikerahkan untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan mengatakan pengerahan personel Manggala Agni tersebut guna mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir.

"Kemarin setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan, akan menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni," ujar Rizal di TPA Jatiwaringin, Kamis (2/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Rizal, keterlibatan Manggala Agni sangat dibutuhkan karena karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran biasa. Sebab, api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga menyala di dalam timbunan sampah yang memiliki ketinggian sekitar 20 hingga 30 meter.

Riza mengatakan personel yang diterjunkan berasal dari sejumlah Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di berbagai daerah, seperti Makassar, Palembang, dan Jawa Barat.

"Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan," katanya.

Rizal menambahkan hingga kini upaya pemadaman masih dilakukan melalui dua jalur, yakni jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran dan udara menggunakan helikopter water bombing.

"Water bombing mungkin hanya memadamkan api yang di atas. Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni," ujarnya.

Akses menuju TPA Jatiwaringin dibatasi

Petugas gabungan melakukan penyekatan akses menuju TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Kamis (2/7) sore. Pembatasan dilakukan menyusul kondisi kualitas udara di sekitar lokasi yang berada pada level berbahaya akibat asap kebakaran.

Kebakaran di TPA Jatiwaringin telah berlangsung sejak Selasa (30/6) dan memasuki hari ketiga. Asap pekat yang terus menyelimuti kawasan sekitar berdampak pada penurunan kualitas udara secara signifikan.

Berdasarkan hasil pemantauan menunjukkan, konsentrasi particulate matter (PM2.5) mencapai angka 1.000, jauh melampaui baku mutu udara yang seharusnya sebesar 55. Sementara itu, kadar PM10 tercatat mencapai 750, atau sekitar sepuluh kali lipat di atas ambang batas baku mutu sebesar 75.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, penyekatan mulai diberlakukan pada Kamis sore. Petugas melarang masyarakat yang tidak memiliki kepentingan untuk memasuki kawasan sekitar TPA.

Pembatasan dilakukan dari dua arah. Jalur menuju Kecamatan Sukadiri ditutup sekitar 500 meter dari lokasi TPA, sedangkan akses menuju Kecamatan Rajeg dibatasi hingga radius sekitar 200 meter.

Sejumlah pengendara yang hendak melintas tanpa kepentingan khusus diminta memutar balik oleh petugas. Akses tetap dibuka bagi kendaraan pemadam kebakaran, tenaga medis, aparat kepolisian, serta petugas lain yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH, Rizal Irawan mengatakan pembatasan akses dilakukan untuk melindungi masyarakat dari paparan asap yang berpotensi membahayakan kesehatan.

Sementara itu, proses pemadaman masih terus berlangsung. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api di sejumlah titik timbunan sampah, dibantu helikopter water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses melalui jalur darat.

"Sekarang ini kita fokus pemadaman. Baru nanti kita akan melakukan penyelidikan dari mana penyebab sumber api ini," ujarnya.

(dod/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]