Dalih Pengobatan Bekam, Pimpinan Ponpes Bogor Diduga Cabuli Santriwati
Polisi mengungkap dugaan pencabulan pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat berinisial N alias Buya dilakukan dengan dalih pengobatan bekam.
Berdasarkan keterangan korban, perbuatan tak senonoh itu dilakukan Buya pada 5 November 2024. Saat itu, korban sedang belajar kitab kuning dengan Buya di teras rumahnya.
"Setelah selesai belajar, karena kaki korban kesemutan, N alias Buya menyuruh korban untuk tidak kembali ke asrama dan mengajak korban masuk ke dalam rumahnya," kata Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra dalam keterangannya, Kamis (2/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian di ruang tamu rumahnya, Buya menanyakan soal bekas luka bakar yang pernah dialami korban. Buya juga meminta untuk melihat bekas luka tersebut.
Setelah beberapa kali dibujuk, korban akhirnya menunjukkan bekas luka bakar itu kepada Buya. Namun, Buya tiba-tiba memeluk dan melakukan gerakan seperti hendak mencium korban, sehingga korban langsung mendorongnya.
"Selanjutnya, N alias Buya menawarkan untuk membekam bagian tubuh korban yang masih sakit akibat pernah terjatuh. Setelah korban menyetujui, N alias Buya melakukan bekam di ruang tamu rumahnya," tutur Hendra.
Setelah selesai, korban kembali ke asrama dan tidak menceritakan kejadian tersebut kepada siapa pun. Sebab, korban merasa takut.
"Dan terkejut atas perlakuan yang korban alami dari orang yang sangat korban hormati di Pondok Pesantren Al Aimmatul Arba'ah," ucap Hendra.
N alias Buya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.
"N sudah ditetapkan menjadi tersangka dan dilakukan penahanan di Polsek Bojong," kata kepada wartawan, Rabu (1/7).
Kanit PPA Polres Metro Depok AKP Tamar menyatakan S yang merupakan anak dari tersangka N juga diduga melakukan pencabulan terhadap santriwati. Namun, saat ini, S masih berstatus sebagai saksi.
"(Untuk S) belum (ditetapkan sebagai tersangka), masih saksi, tapi masih proses (penyelidikan)," ujarnya.
(dis/gil) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
