Gerakan Tanam Pohon, Langkah Nyata Pulihkan Alam-Kurangi Emisi Karbon

CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 19:00 WIB
Bencana banjir yang melanda Sumatera, Utamanya Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga keseimbangan alam bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama. Berkurangnya tutupan hutan, alih
Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center Hari Sanjaya Siregar. Foto: dok. istimewa
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia seperti di Sumatra beberapa waktu lalu jadi pengingat bahwa menjaga keseimbangan alam bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tanggung jawab bersama.

Ketua Yayasan Sihatihat Sanjaya Center Hari Sanjaya Siregar menyatakan di sini letak penting upaya pemulihan lingkungan, seperti gerakan penanaman pohon.

"Berkurangnya tutupan hutan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta dampak perubahan iklim telah meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi," kata Hari dalam keterangan tertulisya, Rabu (1/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu, upaya pemulihan lingkungan harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen bangsa," imbuhnya.

Hari mengatakan melalui gerakan penanaman pohon, yayasan dipimpinnya mengajak masyarakat, pemerintah, dunia usaha, akademisi, serta generasi muda untuk bersama-sama melakukan rehabilitasi lingkungan.

Penanaman pohon menurutnya bukan hanya bertujuan menghijaukan kembali kawasan yang terdampak, tetapi juga memperkuat daya resap tanah terhadap air dan mengurangi potensi banjir. Penanaman pohon juga bisa mencegah erosi, menjaga kelestarian sumber mata air, serta melindungi keberlangsungan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

"Penanaman pohon merupakan kontribusi nyata dalam upaya pengurangan emisi karbon. Pohon berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂) yang efektif, sehingga mampu membantu menekan laju pemanasan global," katanya.

Semakin luas kawasan hijau yang dibangun dan pelihara, Hari menilai semakin besar pula kontribusi Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim serta mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan bagi generasi yang akan datang.

"Kami meyakini bahwa penyelesaian persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk membangun gerakan penghijauan yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia berharap penanaman pohon harus menjadi budaya dan gerakan bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen jangka panjang dalam menjaga kelestarian bumi.

(tim/sur) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]