Bentrok di Perkebunan Sawit OKI, 1 Warga Tewas dan 2 Terluka
Bentrok terjadi di area perkebunan kelapa sawit milik sebuah perusahaan kelapa sawit di Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Selasa (23/6) sore.
Seorang warga berinisial A (25) tewas dan dua warga inisial M (43) dan 2 (50) mengalami luka tembak dalam bentrokan ini. Selain dua warga yang terluka, bentrok ini juga melukai seorang anggota polisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip detikcom, kericuhan diduga dipicu persoalan pencurian buah kelapa sawit. Peristiwa bermula saat petugas keamanan gabungan Polda Sumatera Selatan, dan Polres OKI, mengamankan 11 unit motor, dan 1 unit mobil pikap berisi buah sawit (TBS) diduga hasil curian milik perusahaan.
Saat proses pengamanan berlangsung, datang kurang lebih 100 warga. Mereka berupaya mengambil kembali kendaraan serta muatan sawit yang diamankan petugas.
Sebelum pecah bentrok, terjadi dialog antara aparat dan warga. Hasilnya, aparat mengembalikan kendaraan yang sebelumnya diamankan kepada warga, sementara buah sawit yang menjadi objek permasalahan diserahkan kepada perusahaan.
Tetapi, saat petugas hendak meninggalkan lokasi, diduga warga melakukan perusakan terhadap mobil yang ditumpangi petugas sehingga terjadilah kericuhan di lokasi.
Saat kericuhan dan ketegangan tersebut, terdengar suara letusan diduga senjata api. Akibatnya, dua orang mengalami luka tembak dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Hingga kini belum diketahui sumber letusan senjata api tersebut.
Dalam bentrok ini, diduga sejumlah warga juga melakukan membakar kantor dan mes karyawan perusahaan sawit tersebut. Dalam insiden itu, satu orang tewas diduga tersengat listrik saat melakukan pembakaran.
"Ada warga saat melakukan pembakaran tersengat listrik dan mengalami luka bakar, sehingga meninggal dunia. Ada juga satu personel Polres OKI mengalami luka saat melakukan pengamanan di TKP. Iya ada 2 warga yang tertembak saat ini masih diselidiki," kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sumsel Kompol Putu Suryawan, Rabu (24/6).
Sementara itu, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan saat ini kondisi di lokasi kejadian sudah kondusif.
Kata dia, fokus utama kepolisian saat ini adalah pelayanan kepada masyarakat, pemulihan situasi keamanan dan pengungkapan fakta secara objektif.
"Alhamdulillah situasi dapat segera dikendalikan. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan mendapatkan penanganan terbaik," katanya.
Saat ini pengamanan diperkuat oleh personel tambahan dari unsur reserse, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), serta Satuan Brimob Polda Sumsel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap aman sekaligus mendukung proses pengumpulan fakta dan penyelidikan secara menyeluruh.
"Selanjutnya seluruh rangkaian peristiwa akan kami dalami secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Baca selengkapnya di sini...
(tim/wis) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

