Demo Mahasiswa di Denpasar Kirimkan Tuntutan ke DPRD Bali

kdf | CNN Indonesia
Senin, 22 Jun 2026 18:01 WIB
Massa mahasiswa gabungan yang berdemo menyerahkan belasan tuntutan Aksi Bali Bergerak ke DPRD Bali untuk dikirim ke pusat dan ditindaklanjuti.
Massa mahasiswa gabungan yang berdemo menyerahkan belasan tuntutan Aksi Bali Bergerak ke DPRD Bali untuk dikirim ke pusat dan ditindaklanjuti. (CNN Indonesia/Kadafi)
Denpasar, CNN Indonesia --

Sejumlah mahasiswa gabungan dari berbagai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas dan organisasi kemahasiswaan serta masyarakat sipil menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Provinsi Bali, di Renon, Kota Denpasar, Senin (22/6) sore.

Massa yang menamakan "Aksi Bali Bergerak" ini menyuarakan berbagai persoalan di Indonesia, khususnya di Pulau Bali terkait kebijakan pemerintah yang menjadi masalah bagi rakyat.

Mereka datang dengan berbagai spanduk dan poster. Salah satunya spanduk bertuliskan,"Negara ini Arahnya Kemana Ya Wok?". Selain itu, ada poster yang tertulis,"Habis Gelap Tak Kunjung Terang", dan berbagai macam lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Massa aksi di depan gerbang Gedung DPRD Bali, membentuk lingkaran dan meletakkan spanduk maupun poster yang mereka bawa. Selanjutnya mereka menggelar orasi secara bergantian.

Massa aksi juga menyerahkan hasil kajian mereka terkait berbagai persoalan di Indonesia ke Wakil Ketua III DPRD Bali I Komang Nova Sewi Putra bersama anggota DPRD Bali lainnya yang menemui mereka.

I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa selaku Ketua BEM Universitas Udayana (Unud) Bali yang mewakili massa aksi mengatakan secara garis besar aksi ini mencakup lima hal yaitu persoalan ekonomi, demokrasi, kebebasan hak sipil, penegakan HAM dan lingkungan hidup serta pendidikan.

"Di dalam lima hal ini. Kami harapkan Pemerintah DPRD Provinsi Bali dapat menyampaikan apa yang kami sampaikan ke pusat," kata dia.

Pihaknya memberikan batas waktu tiga hari kepada anggota DPRD Bali agar tuntutan mereka disampaikan ke pusat, dan memberikan hasilnya.

"Apabila selama tiga hari itu tidak ada gerakan sama sekali. Dan tidak ada tanda-tanda bahwa itu disampaikan ke pusat, ataupun diatensi secara langsung, baik melalui media sosial atau secara daring, ataupun juga di lapangan. Maka kami akan turun aksi kembali," jelasnya.

Ia menegaskan, pihaknya sudah tidak percaya dengan dialog-dialog yang dilakukan selama ini.

"Dan yakinlah bahwa perlawanan kami akan terus terjadi. Dan terus memastikan keadilan ditegakkan dan hak-hak masyarakat kembali ke tangan mereka," ujarnya.

Tuntutan Aksi Bali Bergerak mencakup soal demokrasi, supremasi sipil dan tata kelola pemerintahan, persoalan ekonomi dan HAM, pendidikan hingga lingkungan hidup. 

Beberapa poin tuntutan antara lain "Menuntut Pemerintah RI untuk mengusut secara tuntas seluruh dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Papua serta melakukan penarikan aparat militer guna menjamin perlindungan hak-hak sipil masyarakat."

"Menuntut Presiden RI dan Kementerian Keuangan untuk memperbaiki defisit APBN serta menghentikan pemborosan anggaran yang tidak berpihak pada kesejahteraan rakyat."

Massa aksi juga menuntut Preside menghentikan Program Sekolah Rakyat dan mengembalikan alokasi dana pendidikan sesuai amanat konstitusi (mandatory spending 20 persen) serta mendorong pemerataan akses pendidikan di daerah 3T.

Kemudian menuntut Presiden, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Menteri ATR/BPN RI dan pihak terkait menghentikan praktik-praktik deforestasi lahan yang dilakukan secara ugal-ugalan seperti yang terjadi di Tanah Papua dengan mengatasnamakan swasembada pangan.

[Gambas:Youtube]

Pengamanan aparat

Demo Bali Bergerak ini dikawal ratusan aparat Polresta Denpasar dan Polda Bali.  Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Lenardo D Simatupang. menegaskan kehadiran personel kepolisian merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan ruang demokrasi untuk menyampaikan aspirasi.

Seluruh personel diminta menjalankan tugas sesuai fungsi dan ploting yang telah ditentukan serta mengedepankan pendekatan persuasif selama kegiatan berlangsung.

Kapolresta juga menekankan agar personel bertindak sabar, tulus, dan humanis serta menghindari tindakan yang dapat memicu terjadinya gangguan keamanan maupun tindakan anarkis.

Sebanyak 459 personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan aksi ini. Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengatakan pengamanan dilakukan untuk menjamin seluruh rangkaian aksi penyampaian pendapat dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

(kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]