Mendagri Tito: Penambahan Honorer Jadi Beban dan Bom Waktu di Daerah

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 13:18 WIB
Mendagri Tito meminta Pemda menghentikan rekrutmen tenaga honorer baru, mengingat beban biaya dan kompetensi yang rendah.
Menteri Tito minta kepala daerah setop rekrut tenaga honorer. (Arsip Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak lagi merekrut tenaga honorer baru karena bisa membebani belanja pegawai dan menjadi bom waktu bagi daerah itu sendiri.

"Honorer sudah dimoratorium, ini mohon betul untuk seluruh kepala daerah, harus tegas tidak ada tenaga honorer baru," kata Tito pada rapat kerja dengan Komisi II DPR RI di Senayan, Jakarta, mengutip Antara, Senin (8/6).

"Dengan segala hormat pada forum yang baik ini, untuk rekan-rekan kepala daerah tolong jangan ada lagi dulu penambahan honorer karena akan menjadi beban, beban biaya belanja pegawai dan jadi beban kepala daerah berikutnya, bom waktu," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Tito, tenaga honorer di bidang administratif cenderung tidak kompeten. Selain juga menyinggung rekrutmen yang tidak sesuai dengan ketentuan.

"Kalau untuk yang tenaga administrasi, seringkali tidak kompeten, tidak memiliki kapabilitas. Mungkin bawaan dari pejabat-pejabat sebelumnya, kepala daerah, tim sukses dimasukkan di sana, datang jam 08.00 pulang jam 10.00, jadi beban," ucapnya.

Tito menambahkan tenaga honorer yang terus bertambah dan menumpuk hingga akhirnya menuntut kepastian status untuk diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) maupun pegawai negeri sipil (PNS).

Kendati demikian, Tito menegaskan tenaga kerja yang sudah direkrut jangan diberhentikan karena pemerintah tidak ingin menimbulkan keresahan di kalangan pegawai.

(tim/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]