Said Iqbal Mengaku Bakal Adukan Menteri Tak Pro Buruh ke Prabowo

CNN Indonesia
Selasa, 09 Jun 2026 05:00 WIB
Said Iqbal saat menyampaikan keterangan kepada media saat tiba di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Penasihat Khusus Presiden Said Iqbal akan laporkan menteri yang tak berkontribusi untuk buruh ke Prabowo. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal menyatakan siap melaporkan kepada Presiden RI Prabowo Subianto apabila menemukan menteri yang dinilai tak bekerja dalam memperjuangkan kepentingan buruh dan pekerja.

Said mengatakan posisinya sebagai penasihat presiden memang tidak memiliki kewenangan untuk mengambil keputusan maupun mengeksekusi kebijakan.

Namun, ia menegaskan dapat memberikan masukan, analisis, dan evaluasi langsung kepada kepala negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kami bisa meyakinkan kalau menteri enggak bekerja, ya kita lapor Presiden. Anda mau kerja apa saja jadi menteri? Kalau enggak ya mundur saja," kata Said usai pelantikannya di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (8/6).

Pernyataan itu disampaikan Iqbal saat menjelaskan peran yang akan dijalankannya setelah ditunjuk dilantik Prabowo menjadi Penasihat Khusus Presiden pada Senin petang tadi.

Menurut dia, tugas utamanya adalah menyampaikan berbagai saran, gagasan, serta analisis kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan buruh dan pekerja kepada presiden.

Dalam menjalankan tugas tersebut, Said mengaku akan juga berkoordinasi dengan sejumlah kementerian terkait.

"Tentu saya akan mendatangi beberapa menteri untuk mendiskusikan karena penasihat Presiden ini kan enggak bisa mengambil keputusan, bukan eksekutor," ujarnya.

Meski demikian, Iqbal menegaskan dirinya tetap akan mengawasi implementasi berbagai kebijakan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan dan kesejahteraan pekerja.

Ia mengatakan terdapat sejumlah isu yang menjadi fokus perhatiannya, mulai dari kepastian kerja (job security), kepastian pendapatan (income security), hingga perlindungan sosial (social security).

Dalam waktu dekat, salah satu agenda yang akan menjadi sorotan adalah pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan.

Iqbal menyebut isu pembatasan outsourcing, upah layak, hingga perlindungan pekerja informal akan menjadi bagian dari masukannya ke Prabowo.

Selain itu, ia juga menyoroti implementasi kebijakan potongan aplikator ojek online maksimal 8 persen yang menurutnya masih menuai keluhan dari para pengemudi.

Di sisi lain, Iqbal mengaku optimistis terhadap kinerja para menteri di Kabinet Merah Putih. Karena itu, ia berharap kehadirannya sebagai penasihat presiden dapat memperkuat perhatian pemerintah terhadap isu kesejahteraan pekerja.

"Tapi kami yakin menteri kabinet yang sekarang ini menteri yang bekerja keras dan mudah-mudahan dengan hadirnya saya bisa menambah empowerment, apa kesadaran untuk membangun Indonesia yang lebih sejahtera," katanya.

Said Iqbal resmi ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Senin petang tadi. Dia dilantik di Istana Negara bersama dengan pelantikan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Sebelumnya Said dikenal sebagai Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

(del/kid) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]