Beban Subsidi Tinggi, Pramono Akan Sesuaikan Tarif Transjabodetabek
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap melakukan penyesuaian tarif sejumlah rute bus Transjabodetabek dalam waktu dekat. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengonfirmasi kebijakan itu mulai diterapkan bulan ini
Langkah rasionalisasi harga tersebut terpaksa diambil lantaran tingginya beban subsidi yang selama ini harus dipikul oleh Pemprov DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu fokus utamanya adalah rute SH2 yang melayani perjalanan dari Blok M menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Rute ini baru resmi diluncurkan pada 12 Maret 2026.
Sejak awal peluncurannya, Pramono memang telah menargetkan untuk meninjau kembali dan merumuskan ulang besaran tarif layanan tersebut setelah beroperasi stabil selama kurun waktu tiga bulan.
Menindaklanjuti rencana tersebut, pemerintah daerah memproyeksikan harga tiket rute bandara ke depannya akan dipatok di kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000.
"Untuk tarif Transjabodetabek Blok M-Soekarno Hatta, segera akan kami putuskan," kata Pramono Anung di Jakarta Timur, Jumat (5/6).
"Pada bulan-bulan ini kami akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian," jelas Pramono.
Meski demikian, mantan Sekretaris Kabinet tersebut belum membeberkan secara spesifik daftar rute lain yang akan ikut mengalami perubahan harga tiket.
Keputusan mengkaji ulang tarif ini sangat didasari oleh besarnya berbagai komponen biaya operasional yang harus dipenuhi guna mempertahankan standar layanan peladen bandara.
"(Alasannya) Pertama, karena ini rutenya panjang, busnya baru dan khusus untuk itu, sehingga perlu biaya yang harus dikeluarkan, dan juga di Terminal 1, 2, 3 tentunya bus parkir itu nggak gratis, ada biaya-biaya yang harus ditanggung," Pramono menegaskan.
(antara/chri) Add
as a preferred source on Google
