PDIP soal Rencana Kunjungan Jokowi: Tidak Boleh Ada Matahari Lain

CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 09:11 WIB
Indonesian President Joko Widodo takes a selfie with the crowd during a visit to a wet market, amid the president's working visit to the country, in Kuala Lumpur, Malaysia June 8, 2023. REUTERS/Hasnoor Hussain
Juru Bicara PDIP Ansy Lena menilai rencana kunjungan Jokowi ke daerah tidak relevan. (REUTERS/HASNOOR HUSSAIN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Ansy Lena merespons rencana kunjungan Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) ke sejumlah daerah pada Juni mendatang.

Ansy mengatakan kegiatan Jokowi tersebut saat ini sudah tidak relevan dan penting bagi PDIP. Menurutnya rencana kunjungan itu seharusnya menjadi tanda tanya besar bagi partai politik koalisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.

Ia menilai mereka harus bisa memastikan maksud dan tujuan kegiatan yang dilakukan oleh Jokowi. Apakah hal itu termasuk untuk mendukung kerja-kerja Presiden Prabowo atau murni kepentingan pribadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena hari ini kita tahu bahwa Presidennya itu adalah Prabowo Subianto dan Presiden Prabowo itu ibarat matahari. Kalau dalam orkestrasi itu ibarat konduktor tunggal yang memimpin untuk menghasilkan sebuah harmoni yang sangat baik," ujarnya dalam acara Inside Politics di CNN Indonesia, Selasa (2/6).

Ansy mengingatkan jangan sampai kegiatan kunjungan itu justru berdampak buruk atau menyebabkan terjadinya perpecahan di internal Kabinet Merah Putih.

Sebab, kata dia, saat ini pemerintahan Prabowo-Gibran tengah masuk dalam fase kerja krusial menuju dua tahun kepemimpinannya.

"Apakah memberikan kontribusi dan juga nilai tambah bagi kerja ataupun kinerja kabinet Presiden Prabowo Subianto atau justru yang dilakukan ini bisa mengganggu harmoni,
konsolidasi internal pemerintah dan juga soliditas dan fokus kerja Presiden Prabowo Subianto," tuturnya.

"Ataukah hari ini sebenarnya lebih dilihat sebagai sebuah manuver politik yang arahnya sebenarnya menuju kepada kepentingan kontestasi di 2029," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ansy juga mengingatkan kepada seluruh partai politik khususnya yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran agar dapat fokus bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Menurutnya yang terpenting saat ini bukan lagi sekedar menemui masyarakat di daerah, melainkan menjawab apa yang benar-benar dibutuhkan lewat kerja-kerja pemerintah.

"Mestinya energi bangsa hari ini semuanya didedikasikan untuk kerja menjawab persoalan rakyat. Karena kebutuhan riil rakyat hari ini adalah penciptaan lapangan pekerjaan,
pendapatan masyarakat ditingkatkan," jelasnya.

Oleh karenanya, ia mendorong semua partai politik agar bisa mensukseskan rencana kerja Presiden Prabowo. Ansy mewanti-wanti agar jangan sampai masing-masing partai fokus menjalankan agendanya masing-masing.

"Ingat, tidak boleh ada matahari yang lebih dari satu. Semuanya harus fokus. Kita bisa bayangkan kalau ada sepuluh parpol pendukung pemerintah dan masing-masing parpol punya agendanya. Kita bisa pastikan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini pasti tidak akan berhasil," katanya.

Jokowi sebelumnya telah mengonfirmasi soal kondisi kesehatan yang kini sudah mulai membaik dan siap kembali bertemu masyarakat di daerah.

Dia bahkan menegaskan kondisi tubuhnya telah pulih 100 persen. Nantinya, kata Jokowi, dalam banyak lawatan ke depan dirinya akan lebih banyak berinteraksi dan memberi motivasi kepada masyarakat.

Jokowi mengaku telah banyak menerima undangan untuk bertemu masyarakat dan kini dirinya siap untuk bertemu mereka.

(tfq/isn) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]