Banjir Rendam 5 Desa di Gorontalo, Komunitas Adat Terpencil Terdampak

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 21:45 WIB
Foto udara banjir menggenangi rumah warga di Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (13/7/2024). Banjir akibat luapan Danau Limboto yang semakin meluas itu dengan ketinggian hingga 3 meter menggenangi lima desa, merendam 1.312 rumah dan b
Lima desa di wilayah Kecamatan Biau, Gorontalo Utara, Gorontalo, terendam banjir bandang sejak sore pukul 15.00 WITA, Selasa (26/5), akibat luapan Sungai Biau yang dipicu hujan deras sejak semalam. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lima desa di wilayah Kecamatan Biau, Gorontalo Utara, Gorontalo, terendam banjir bandang sejak sore pukul 15.00 WITA, Selasa (26/5), akibat luapan Sungai Biau yang dipicu hujan deras sejak semalam.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kecamatan Tolinggula Daniel Kalibato mengatakan banjir masih menerjang lima desa, yaitu Desa Bualo, Desa Luhuto, Desa Omuto, Desa Biau dan Desa Didingga.

Banjir terparah melanda Desa Didingga tepatnya di pemukiman Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang dihuni 64 Kepala Keluarga (KK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banjir bandang menyapu KAT Didingga dengan ketinggian air mencapai jendela rumah. Air sangat deras sehingga menyulitkan evakuasi warga, bahkan hingga malam pukul 21.00 WITA banjir di pemukiman ini masih tinggi dan berarus kencang, ditambah lagi jalanan gelap gulita sehingga evakuasi masih sulit dilakukan," kata Daniel, dikutip dari Antara.

Informasi pemerintah desa melalui Kepala Dusun Buade Desa Didingga Radem Hamsah mengatakan warga ada yang telah melakukan evakuasi mandiri, namun masih banyak pula yang bertahan di dalam rumah mengingat banjir arus deras masih terjadi.

Sebanyak tiga rumah roboh total dan satu rumah hanyut terbawa banjir. Belum diketahui apakah ada korban jiwa.

Pihaknya, kata Daniel, masih mengalami kesulitan berkomunikasi dengan warga di lokasi banjir.

Sebelumnya jalan utama lintas Sulawesi yang melewati lima desa tersebut tertutup banjir sekitar pukul 16.00 WITA, namun malam ini air di jalan raya mulai surut meski banjir di pemukiman masih berarus deras.

Ia mengatakan aparat kepolisian dari Sektor Tolinggula dan Tagana, telah berada di lokasi untuk membantu pengamanan dan evakuasi warga.

(antara/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]