Polisi Buka Posko Pengaduan Korban Penipuan WO Marwah Catering

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 22:30 WIB
Polres Metro Jakarta Timur buka posko pengaduan untuk korban penipuan wedding organizer Marwah Catering Service di Bekasi. Para korban diminta melapor.
Pasangan calon pengantin Aldi (32) dan Feny (32) yang menjadi korban dugaan penipuan penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO) yang berkantor di kawasan Jakarta Timur. (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Jakarta, CNN Indonesia --

Polres Metro Jakarta Timur membuka posko pengaduan bagi korban dugaan penipuan oleh wedding organizer (WO) Marwah Catering Service, yang diduga menipu pengantin di Bekasi, Jawa Barat.

Kasubbid Penmas Humas Polda Metro Jaya Kompol Andaru Rahutomo mengatakan hal itu dilakukan lantaran jumlah korban diperkirakan masih bisa bertambah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posko itu juga akan memudahkan proses penghitungan nilai kerugian dari seluruh korban. Oleh sebab itu, ia meminta kepada para korban yang merasa dirugikan untuk segera melapor.

"Silakan, bagi para korban untuk melapor dan akan dilayani dengan maksimal," ujarnya kepada wartawan, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan saat ini sejumlah calon pengantin mulai berdatangan ke polisi setelah mengetahui kantor WO yang mereka gunakan mendadak tutup. Pengelola WO juga disebut sudah tidak berada di kediamannya.

Andaru mengatakan penyidik tengah memburu keberadaan pemilik WO sekaligus terlapor dalam kasus ini untuk melengkapi unsur pidana dalam perkara tersebut.

"Sementara ini tim masih bekerja untuk mencari keberadaan dari pelaku sembari melengkapi fakta-fakta temuan yang ada ya," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan sebanyak enam orang saksi juga telah diperiksa penyidik. Dalam waktu dekat, pihak penyedia gedung juga akan diperiksa untuk menelusuri apakah ada komunikasi dengan WO terkait pelaksanaan acara.

Sebelumnya kasus dugaan penipuan ini mencuat setelah pasangan Aldi (32) dan Feny (32) viral di media sosial karena pesta pernikahan mereka gagal digelar pada Sabtu (23/5) di Gedung Islamic Center, Kota Bekasi.

Aldi dan Feny mengaku telah membayar paket pernikahan kepada WO Marwah Catering Service senilai Rp 85,5 juta. Namun, saat hari acara tiba, tak ada vendor yang datang ke lokasi.

Adapun vendor dekorasi, katering, hiburan, fotografer, hingga videografer yang dijanjikan tidak pernah muncul. Akhirnya, akad nikah tetap berlangsung secara sederhana tanpa resepsi seperti yang direncanakan.

Korban kemudian melapor ke Polres Metro Jakarta Timur pada Minggu (24/5) malam. Mereka mengaku memiliki sejumlah bukti berupa percakapan digital, bukti transfer pembayaran, hingga surat pernyataan dari pihak WO.

(tfq/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]