Said Aqil Pastikan Tak Maju Calon Ketum atau Rais Aam PBNU
KH Said Aqil Siradj memastikan tak akan mencalonkan diri sebagai calon Ketua Umum maupun Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam agenda Muktamar NU ke-35 Agustus 2026, mendatang.
Saat ditanya soal ambisinya untuk kembali memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut, Said dengan tegas membantahnya.
"Saya enggak akan maju, siapa yang bilang [mau maju]? Enggak, enggak akan maju, enggak," kata Said kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga dengan tegas menampik isu yang menyebut dirinya akan mencalonkan kembali. Pasalnya kata Said, usianya sudah tak lagi ideal untuk memimpin struktural tanfidziyah PBNU.
Said yang sudah pernah menjadi Ketum PBNU selama dua periode pada 2010-2021 ini, mengaku ingin adanya regenerasi dalam organisasinya tersebut.
"Itu katanya. Saya enggak akan maju. Iya. Sudah tua, sudah tua saya sudah tua. 73 umur saya. Jadi, 73 tinggal gantian lah regenerasi yang lebih cerdas," ucapnya.
Dia juga enggan bila ditunjuk atau dicalonkan sebagai Rais Aam.
Menurutnya penampilannya selama ini belum identik dengan para pemegang jabatan pemimpin tertinggi struktur syuriyah PBNU pendahulu, yang selalu memakai serban di kepala.
"Ya, sama aja. Artinya saya belum pantas jadi Rais Aam. Orang itu harus kiai pakai udeng-udeng. Lah saya kan enggak pernah pakai udeng-udeng," katanya.
Sebelumnya ekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan gelaran Muktamar ke-35 NU akan dilaksanakan Agustus 2026. Namun lokasi kota atau wilayah pelaksanaannya belum ditentukan.
Gus Ipul mengatakan saat ini terdapat sejumlah alternatif lokasi yang sedang dipertimbangkan.
Banyaknya wilayah yang mengajukan diri untuk menjadi tempat penyelenggaraan, membuat PBNU harus melakukan proses kurasi sebelum memutuskan.
"Ah, belum diputuskan kalau [lokasi muktamar] itu. Tunggu aja, banyak alternatif, banyak juga yang meminta kesediaan menjadi tuan rumah," kata Gus Ipul di sela meninjau proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Minggu (3/5).
Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini mengatakan sejumlah opsi tempat pelaksanaan muktamar ini akan dibahas dan diputuskan pimpinan tertinggi PBNU yakni Rais Aam dan Ketua Umum.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]