Anggota TNI Tewas Diduga Ditembak, Keluarga Minta Prajurit Dipecat
Keluarga anggota TNI yang tewas diduga ditembak sesama anggota TNI aktif di Kafe Panhead Palembang, Sumatera Selatan, meminta pelaku dipecat dari institusi.
Korban merupakan Pratu F (23) yang berdinas di Denkesyah Palembang.
Adik korban, Faraditha (19) mengaku sangat terpukul atas meninggalnya sang kakak. Ia mengatakan pertama kali mendapat kabar insiden tersebut saat sedang mengikuti perkuliahan pada Sabtu (16/5) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sempat pergi ke RS Permata, tapi waktu sampai di sana ternyata sudah dibawa ke RS Bhayangkara," kata Ditha mengutip detikcom.
Keluarga meminta pelaku yang diduga menembak korban hingga meninggal dunia untuk diproses secara tegas.
"Kami meminta pelaku dihukum seberat - beratnya dan dipecat dari TNI," ujarnya.
Rencananya, jenazah korban akan dimakamkan di TPU Sematang borang, Palembang. Sementara itu, Kodam II/Sriwijaya memastikan penanganan insiden itu dilakukan secara serius, profesional, dan transparan.
Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania mengatakan, Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap kejadian tersebut dan telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penyelidikan secara menyeluruh di lapangan.
"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat," kata Yordania.
Ia menjelaskan Denpom 2/IV Palembang masih melaksanakan serangkaian proses penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti
TNI juga berkoordinasi dengan Polda Sumatera Selatan untuk mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.
Yordania mengatakan proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat berdasarkan fakta di lapangan.
"Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif," katanya.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]


