Ngaku Takut Zina, Guru Ngaji Surabaya Tersangka Cabuli 7 Santri Pria

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 10:25 WIB
Seorang ustaz di Surabaya ditetapkan sebagai tersangka pencabulan tujuh santri laki-laki.
Ilustrasi tersangka. Seorang ustaz di Surabaya ditetapkan sebagai tersangka pencabulan tujuh santri laki-laki. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Seorang ustaz atau guru ngaji di sebuah pesantren kawasan Genteng Kali, Surabaya, Jawa Timur (Jatim) berinisial MZ (22) ditetapkan sebagai tersangka karena mencabuli 7 murid laki-lakinya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan mengungkapkan bahwa ada tujuh orang yang menjadi korban tersangka dalam kurun tahun 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu dilakukan oleh guru ngajinya atau ustaznya kepada tujuh orang santri laki-laki. Jadi pada beberapa waktu mulai tahun 2025 sampai 2026 dari kurun waktu itu. Tujuh orang ini yang dilakukan perbuatan cabul oleh tersangka," ungkap Luthfie di Mapolrestabes Surabaya, Sabtu (9/5) dikutip dari detikJatim.

Dalam pengakuannya di markas polisi, tersangka mengaku melakukan tindak pidana kekerasan seksual itu kepada murid laki-laki karena takut zina bila ke murid perempuan.

Hal itu diungkap tersangka saat diinterogasi  Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan. Awalnya tersangka mengaku pencabulan itu atas dorongan nafsu sesaat saat ditanya terkait motif. Hal itu karena ia kerap menonton film porno.

"Tiba-tiba muncul nafsu karena keseringan nonton film porno itu," kata tersangka dalam video yang juga diunggah di akun media sosial @luthfie.daily, Minggu (10/5).

Saat ditanya kembali soal orientasi seksualnya oleh kapolres, tersangka mengaku suka laki-laki dan perempuan. Namun, sambungnya, saat ini memang lebih suka ke laki-laki terutama anak-anak.

Selain itu, dia mengaku kalau sama perempuan takut zina dan hamil

"Ya sekarang ya anak-anak. Soalnya adanya cowok itu. Terus kalau sama perempuan nanti takutnya zina atau hamil gitu," ujar tersangka.

"Kalau sama perempuan takutnya zina, terus sama laki-laki anak-anak," timpal Luthfie sambil terheran-heran.

Dalam pengakuan lainnya, tersangka mengakui pencabulan selalu dilakukan saat korban tidur di kamar asrama.

Kasus itu terungkap setelah salah satu korban memberanikan diri buka suara dan lapor ke polisi. Dari situ, korban lainnya yang senasib ikut buka suara dan membuat laporan polisi juga. 

Sejauh ini, total ada tujuh anak yang menjadi korban pencabulan tersangka.

Sebelumnya, seorang ustaz atau guru ngaji di sebuah pesantren kawasan Genteng Kali, Surabaya berinisial MZ (22) ditetapkan jadi tersangka pencabulan santri.

Baca berita lengkapnya di sini

(gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]