Kronologi Ponpes di Lampung Dibakar Massa Buntut Kasus Pencabulan

CNN Indonesia
Senin, 11 Mei 2026 09:09 WIB
Massa membakar ponpes di Mesuji, Lampung, akibat dugaan pencabulan. Satu orang ditangkap terkait perusakan dan pembakaran, penyelidikan masih berlanjut.
Ilustrasi pembakaran bangunan. (iStockphoto/maki_shmaki)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid di Mesuji, Lampung, dibakar massa pada Sabtu (9/5) diduga buntut kasus pencabulan yang dilakukan pendiri pesantren tersebut.

Terkait peristiwa pembakaran yang terjadi pada Sabtu malam lalu, polisi menangkap satu orang.

Aksi massa

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum peristiwa pembakaran itu, massa melakukan aksi meminta pimpinan untuk meninggalkan ponpes tersebut.

Namun pemilik masih bertahan di ponpes sampai batas waktu yang ditentukan.

"Dari serangkaian penyelidikan massa ini meminta pemilik ponpes ini untuk tidak lagi ada di ponpes tersebut. Mereka (massa) menyatakan bahwa pimpinan ponpes ini melakukan pencabulan," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, Minggu (10/5) dikutip dari detikSumbagsel.

Massa marah

Merasa tuntutan massa tak dipenuhi pimpinan ponpes itu, mereka pun berang.

Yuni mengatakan massa yang terus memantau Ponpes marah karena hal itu sehingga melakukan perusakan dan pembakaran.

Peristiwa perusakan dan pembakaran ponpes itu terjadi pada Sabtu malam lalu sekitar pukul 23.00 WIB. Rekaman video aksi pembakaran itu pun viral di media sosial.

Satu orang ditangkap

Kasat Reskrim Polres Mesuji, AKP M Prenata Al Ghazali mengatakan pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan atas peristiwa ini. Dia juga bilang sudah mengamankan satu orang yang terlibat dalam aksi pembakaran.

"Ada satu orang yang telah diamankan dan saat ini kami masih terus mengembangkan kasus tersebut," kata Prenata.

Sementara itu, terkait dugaan kasus pencabulan oleh pimpinan ponpes tersebut, sejauh ini belum ada update informasi dari kepolisian.

Baca berita lengkapnya di sini.

(kid/gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]