Mensos: Banyak Catatan dari KPK soal Program Sekolah Rakyat

CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 15:43 WIB
Menteri Sosial Gus Ipul menerima masukan dari KPK untuk program Sekolah Rakyat. Ia berkomitmen mencegah korupsi dan memastikan transparansi dalam pengadaan.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengaku mendapat banyak masukan dan koreksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengadaan barang dan jasa untuk program Sekolah Rakyat. (CNN Indonesia/Yogi Anugrah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengaku mendapat banyak masukan dan koreksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pengadaan barang dan jasa untuk program Sekolah Rakyat.

Hal itu disampaikan Ipul usai berkonsultasi dengan pimpinan KPK terkait program tersebut di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (8/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada kesempatan ini saya ingin sampaikan dari hasil konsultasi tadi, kami mendapatkan banyak masukan, banyak catatan, banyak hal-hal yang harus menjadi koreksi dan perbaikan bagi kami agar pencegahan itu bisa dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, menutup seluruh celah dan akhirnya proses yang transparan, adil bisa terlaksana," kata Ipul.

Ipul mengatakan masukan dari KPK sangat penting karena Kemensos tengah bersiap untuk pengadaan barang dan jasa tahun ini.

Ia menegaskan keinginan agar program-program di kementeriannya, termasuk Sekolah Rakyat tidak dikotori oleh praktik korupsi.

"Kami sungguh-sungguh menunggu hasil evaluasi yang nanti akan dilakukan oleh KPK yang masih memerlukan beberapa waktu ke depan dan hasil evaluasi, hasil monitoring yang dilakukan oleh KPK akan kami jadikan pedoman untuk memperbaiki kinerja kami di masa yang akan datang," ujar dia.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo kunjungan Gus Ipul itu dalam rangka pencegahan tindak pidana korupsi, sehingga diharapkan dalam program-program Kemensos tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan.

"Kita mendukung program-program yang baik ini, namun di dalam pelaksanaannya diharapkan tidak ada suatu penyelewengan, tidak ada suatu penyimpangan, sehingga tadi sudah disampaikan hal-hal risiko-risiko di mana bisa terjadinya korupsi, di mana terjadinya penyelewengan sehingga dapat dideteksi sedini mungkin agar tidak terjadi," ujar Ibnu.

Sebelumnya, sempat viral di media sosial terkait dugaan mark up harga sepatu siswa Sekolah Rakyat.

Gus Ipul sudah membantah isu itu dan menyebutnya sebagai informasi bohong alias hoaks dan hanya berisi fitnah.

"Itu fitnah, hoaks," kata Gus Ipul.

(fra/yoa/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]