Ahmad Ali Akan Bantu Grace Natalie, Ade Armando Respons JK

CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 07:41 WIB
DPP PSI berkomitmen mediasi dan mendukung Grace Natalie meski tidak lewat bantuan hukum. Ade Armando kini menunggu panggilan polisi.
Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus hukum terhadap Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie buntut laporan 40 ormas Islam, memasuki babak baru di internal partai.

Sempat disebut tak akan mendapat bantuan hukum, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali menegaskan bahwa partainya tak akan diam. Meski tak lewat bantuan hukum, Ali mengaku akan mendorong agar kasus tersebut bisa diselesaikan lewat mediasi dan kekeluargaan.

Menurut dia, walau bagaimanapun, Grace tak bisa dilepaskan dari PSI. Sebab, dia adalah pendiri dan pernah menjadi ketua umum, termasuk jabatannya saat ini sebagai Sekretaris Dewan Pembina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai kapan pun partai ini tidak akan pernah terlepas dari Mbak Grace, apalagi meninggalkan Mbak Grace. Pasti sekali, karena dia menjadi salah satu orang terpenting lah untuk lahirnya partai ini," ujar Ali saat dihubungi, Kamis (6/5).

Dia mengaku akan membuka komunikasi dengan sejumlah pihak untuk membantu memediasi proses hukum terhadap Grace. Bukan hanya dengan para pelapor, namun juga dengan Wakil Presiden ke-10 dan 12, Jusuf Kalla sebagai pihak yang dituding Grace lewat videonya telah menistakan agama.

Sebagai orang dekat JK, Ali mengaku akan menjadi jembatan dalam penyelesaian kasus tersebut. Dia bahkan telah berkomunikasi dengan orang dekat JK, dan kedua pihak menurut dia memiliki keinginan agar kasus tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

"Tadi baru saja saya ditelepon oleh salah satu orang yang dekat dengan beliau untuk mendiskusikan hal ini. Kita sama-sama punya keinginan agar persoalan ini tidak semakin melebar sehingga kita mendorong untuk diselesaikan secara kekeluargaan," katanya.

Grace bersama koleganya, Ade Armando dan pegiat media sosial Permadi Arya sebelumnya dilaporkan atas dugaan penghasutan. Laporan tersebut diterima dan teregister dengan nomor LP/B/185/V/2026/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 4 Mei 2026 yang dilayangkan 40 ormas Islam yang tergabung dalam Aliansi untuk Kerukunan Umat Beragama.

Pelaporan itu buntut narasi ketiganya dalam unggahan di kanal media sosial masing-masing soal potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) di Masjid UGM.

Pidato JK saat itu menjelaskan perihal konflik di Poso dan Ambon sebagai refleksi atau pelajaran terkait pentingnya menjaga kerukunan umat beragama. Meski begitu, hingga saat ini, Grace belum merespons soal pelaporan terhadap dirinya.

Ade Armando siap jalani proses hukum

Berbeda dengan Grace, Ade belakangan telah mengumumkan mundur dari PSI. Dia menilai proses hukum terhadap dirinya telah terlalu jauh melibatkan partai.

Ade karenanya mengaku siap bertemu JK dan menyatakan maaf kepada umat Islam dan Nasrani jika pernyataannya di YouTube Cokro TV dinilai menyinggung mereka.

Namun, Ade menegaskan tak ada pernyataannya yang ditujukan untuk melukai JK maupun umat Islam dan Nasrani.

"Kalau saya dipertemukan dengan Pak JK saya juga mau ya. Atau saya harus minta maaf sama masyarakat umat Islam misalnya atau umat Kristen, saya bersedia," kata Ade dalam jumpa pers di kantor DPP PSI, Selasa (5/5).

Jubir JK, Husain Abdullah tidak menjawab apakah JK mau menerima jika Ade Armando ingin bertemu. Ia hanya mengatakan agar semua pihak mengikuti proses hukum yang berjalan.

"Karena proses hukum sedang berjalan, jadi kita ikuti saja," kata Husain saat dihubungi, Rabu (6/5).

Merespons itu, Ade mengaku tinggal menunggu panggilan kepolisian. Dia menyatakan siap menghadapi proses hukum terhadap dirinya. Ade meyakini dirinya tak bersalah, dan menilai tuduhan para pelapor dalam kasus itu terlalu mengada-ada.

"Saya akan menunggu pemanggilan dari polisi," kata Ade saat dihubungi, Kamis (7/5).

(thr/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]