DKI Tebus 2.026 Ijazah Tertahan, Kirim 561 Lulusan SMK 'Go Abroad'
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bekerja sama dengan Baznas dan Bazis menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk menebus 2.026 ijazah siswa yang tertahan dan menerbangkan 561 lulusan SMK untuk berkarier di luar negeri alias go abroad.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan program pembebasan ijazah ini menjadi prioritas tahap pertama tahun 2026 dengan menyasar lintas jenjang pendidikan.
"Dalam kesempatan ini, hal yang berkaitan dengan pemutihan ijazah, pada tahap pertama tahun 2026 akan dibagikan kurang lebih 2026 peserta didik dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK hingga PKBM bekerja sama dengan Basis dan Baznas," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono mengatakan, Pemprov DKI telah menyiapkan dukungan pendanaan berskala besar agar ribuan pelajar tersebut bisa segera mendapatkan hak ijazahnya.
"Total anggarannya adalah Rp3.953.712.300," ujar Pramono.
Selain itu, Pramono menyebut pihaknya juga memfasilitasi penyerapan tenaga kerja dengan memberangkatkan ratusan lulusan SMK meraih kesempatan ke luar negeri.
"Dan Pemerintah DKI Jakarta akan terus mengadakan program untuk mengirim, melepas alumni SMK bekerja ke luar negeri. Kali ini ke Jepang, Malaysia, dan Jerman membawa nama baik Jakarta dan Indonesia melalui semangat SMK naik kelas alumni mendunia. Jumlah yang akan berangkat 561," ucap Pramono.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

