DPR Desak Kampus Nonaktifkan Dosen Penasehat Yayasan Daycare Aresha
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayanti meminta kampus menonaktifkan dosen yang menjadi penasehat yayasan tempat penitipan anak atau Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
Menurutnya, langkah itu harus diambil sebagai langkah antisipasi jika yang bersangkutan terbukti terlibat dalam kasus kekerasan di Daycare Little Aresha, karena akan ada proses hukum yang dijalani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akan lebih baik secepat mungkin dinonaktifkan kalau memang tersangka, tapi tentu saja ada proses hukum," kata Esti dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4).
Esti mengatakan tenaga pendidik maupun tokoh yang terlibat dalam kasus kekerasan seharusnya mendapat tambahan hukuman.
"Hukuman sanksi terhadap tenaga pendidik maupun tokoh berpengaruh bisa tiga kali lipat dari sanksi yang diberikan kepada umum yang tidak paham," katanya.
"Jika memang ada keterlibatan dosen atau tenaga pendidik di balik kasus ini, kami akan lakukan pembahasan di Komisi X DPR," imbuh dia.
Esti mengatakan penanganan kasus kekerasan Daycare Little Aresha tidak boleh berhenti pada proses hukum semata, tetapi juga harus memastikan pemulihan korban secara menyeluruh.
"Korban mengalami kekerasan fisik maupun mental yang cukup serius. Bahkan ada yang sudah sangat nampak dampak traumanya. Termasuk secara fisik ada dampak pada korban yang tidak tumbuh kembangnya tidak sesuai," kata dia.
Esti mengaku menerima pengaduan dari para orang tua korban pada Rabu (29/4).
Sejumlah orang tua korban menyampaikan langsung kondisi anak-anak mereka. Banyak anak dilaporkan mengalami gangguan kesehatan seperti pneumonia, bronkitis, infeksi kulit (gatal), infeksi saluran kemih (ISK), hingga stunting dan keterlambatan tumbuh kembang.
"Kondisi ini diduga akibat selama berada di daycare anak-anak tidak mendapatkan asupan gizi yang memadai, mengalami dehidrasi, serta ditempatkan di ruang yang lembap, sempit, dan tidak layak," kata Esti.
Menurut Esti, para orang tua pun berharap agar seluruh video yang beredar di media sosial dapat segera diturunkan (take down).
"Karena dinilai sangat mengganggu kondisi psikologis orang tua maupun mental anak-anak. Sebab tidak sedikit respons dari publik yang justru memperparah keadaan melalui perundungan di ruang digital," kata dia.
Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelumnya membenarkan penasehat yayasan tempat penitipan anak atau Daycare Little Aresha di Umbulharjo, Kota Yogyakarta yakni Cahyaningrum Dewojati merupakan salah satu dosen aktif di kampusnya.
Nama dan foto Cahyaningrum sebagai penasehat Little Aresha sebelumnya tersebar di media sosial.
"Terkait dengan informasi yang menyebutkan bahwa Penasihat Yayasan Daycare Little Aresha Yogyakarta merupakan salah satu dosen di perguruan tinggi kami, dapat kami sampaikan bahwa yang bersangkutan benar merupakan dosen aktif yang terlibat dalam pengelolaan daycare tersebut dalam kapasitas pribadi," kata Juru Bicara UGM, I Made Andi Arsana dalam keterangannya, Senin (27/4).
Oleh karenanya, Made Andi bilang, UGM sebagai institusi tidak memiliki relasi apa pun dengan Yayasan Daycare Little Aresha.
Polisi pun telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam dugaan tindak kekerasan di tempat penitipan anak atau daycare Little Aresha.
"Menetapkan 13 orang tersangka sementara, terdiri dari satu kepala yayasan, satu kepala sekolah, dan sebelas orang pengasuh," kata
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Eva Guna Pandia.
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

