Dua Jemaah Haji Asal Pasuruan dan Gowa Wafat di Madinah
Kabar terbaru dari pelayanan perjalanan haji RI tahun ini dilaporkan ada dua jemaah haji RI wafat di Madinah, Arab Saudi.
Dua jemaah itu adalah asal Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), dan Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Embarkasi Surabaya
Jemaah haji asal Pasuruan, Kamariyah (85) mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu (26/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam mengatakan lansia itu tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 8 Embarkasi Surabaya.
Berdasarkan laporan sementara, kata Anam, penyebab kematian Kamariyah tersebut berkaitan dengan gangguan kesehatan pada pernapasan.
"Jadi sesak nafas di sana, sakitnya seperti itu. Kemudian meninggalkan dunia di sana," kata Anam saat ditemui di Asrama Haji Embarkasi Sukolilo Surabaya, Senin (27/4).
Terkait pemenuhan rukun haji almarhumah, Anam memastikan pihak panitia akan mengambil alih melalui proses badal haji.
Panitia akan menunjuk petugas atau orang yang berkompeten untuk menggantikan posisi almarhumah dalam melaksanakan prosesi haji.
Selain hak ibadah, ahli waris almarhumah juga dipastikan akan menerima asuransi kematian. Namun, proses pencairan dana tersebut masih menunggu dokumen resmi dari otoritas setempat.
"Asuransi diproses setelah Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan Certificate of Death (COD)," lanjut Anam.
Mengenai besaran nominal asuransi yang akan diterima, pihak PPIH belum bisa memberikan angka pasti karena masih harus menyesuaikan dengan regulasi terbaru tahun ini.
Di sisi lain, Anam membeberkan kondisi terkini kesehatan calon jemaah haji (CJH) di Embarkasi Surabaya. Saat ini, tercatat ada empat jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan akibat kondisi fisik yang tidak memungkinkan.
Tiga jemaah tengah menjalani perawatan intensif di RS Haji Surabaya, sementara satu jemaah lainnya menjalani pemulihan di rumah.
"Yang stroke, yang tidak berangkat [ke Asrama Haji], yang rata-rata di sini (RS Haji) adalah darah tinggi," sebut Anam.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam. (CNN Indonesia/ Farid) |
Meski demikian, terdapat kabar baik bagi dua dari tiga jemaah yang dirawat di RS Haji. Kondisi kesehatan mereka dilaporkan telah membaik dan dinyatakan layak terbang menuju Tanah Suci.
"Dua sudah siap berangkat tinggal menunggu seat yang kosong seperti itu," katanya.
Berdasarkan data hingga Senin (27/4), Embarkasi Surabaya tercatat telah memberangkatkan total 7.964 jemaah yang terbagi dalam kloter 1 hingga kloter 21.
Embarkasi Makassar
Satu jemaah haji asal kelompok terbang (kloter) 5 Embarkasi Makassar dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci yang diduga mengalami diabetes melitus tipe 2.
Jemaah haji asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Nursidah Sinrang Sijarra (59) meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di rumah sakit Madinah, Minggu (26/4) sekitar pukul 16.40 waktu Arab Saudi.
"Almarhumah wafat di rumah sakit Madinah setelah sebelumnya mendapatkan perawatan dari tim medis," kata Ketua Kloter 5 UPG, Muhammad Sadly dalam keterangannya, Senin siang.
Berdasarkan sertifikat kematian resmi dari otoritas kesehatan setempat, jemaah haji tersebut bahwa kondisi kritis ini dipicu oleh sepsis dan pneumonia, serta diperberat oleh riwayat Diabetes Melitus Tipe 2 yang diderita almarhumah.
"Almarhumah telah disalatkan usai Subuh di Raudhah Masjid Nabawi sebelum dimakamkan," ungkapnya.
Sadly menerangkan proses pemakaman jenazah akan dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi.
"Pemakaman dilaksanakan di Pekuburan Baqi, Madinah, dan berlangsung sekitar pukul 05.30 waktu Arab Saudi ba'da salat Subuh," katanya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa, Ali Bahri membenarkan kabar tersebut dan telah melayat ke rumah duka.
"Kami sangat berduka atas kepergian beliau, semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT," kata Ali.
(frd,mir/kid) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, As'adul Anam. (CNN Indonesia/ Farid)