Komnas HAM: Tak Ada Petugas Keamanan saat KKB Tembak Pesawat Smart Air

CNN Indonesia
Kamis, 23 Apr 2026 20:10 WIB
Komnas HAM temukan tidak ada petugas keamanan di Bandara Koroway Batu Papua saat penembakan pesawat Smart Air oleh KKB.
Komnas HAM ungkap temuan baru soal penembakan KKB terhadap Pesawat Smart Air di Papua. ( Tangakapan layar facebook Smart Aviation)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komnas HAM menemukan fakta bahwa tak ada petugas keamanan di Bandara Karoway Batu, Kabupaten Yahukimo, Papua yang menjadi lokasi penembakan pesawat Smart Air oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Temuan itu diperoleh setelah Komnas HAM meminta keterangan dari berbagai pihak, meninjau lokasi kejadian hingga mempelajari berbagai dokumen terkait.

"Kami juga menemukan bahwa Bandara Koroway Batu tidak mempunyai petugas keamanan sama sekali," kata Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian dalam konferensi pers, Kamis (23/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari hasil pendalaman Komnas HAM, kata Saurlin, kedua korban tewas yang merupakan pilot dan kopilot itu mendapat luka tembak di kepala. Selain itu, kedua korban juga mendapat luka sayat di beberapa bagian tubuh yang diakibatkan benda tajam.

"Kedua korban dicurigai para pelaku membantu operasional aparat keamanan. Terdapat 13 lubang tembakan di badan pesawat," ucap dia.

"Temuan lain adalah para pelaku merupakan dan atau setidaknya mengakui dalam suatu deklarasi bahwa mereka adalah bagian dari TPNPB-OPM Kodap XVII Yahukimo," sambungnya.

Terkait kasus ini, Komnas HAM merekomendasikan kepada Kapolri untuk mengawasi penegakan hukum oleh Polda Papua dan Polres Boven Digoel agar dilakukan secara profesional, transparan dan berkeadilan.

"Dua, memperkuat pengamanan wilayah rawan terutama bandara perintis di Boven Digoel dengan penempatan personel pengamanan yang berasal dari aparat serta memahami kearifan lokal," tutur Saurlin.

Terakhir, Komnas HAM juga mendorong kepolisian untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat dalam penempatan serta penguatan personel di Distrik Yaniruma dan Kawagit.

Sebelumnya, pesawat Smart Air yang mengangkut 13 penumpang ditembaki saat mendarat di Bandara Koroway Batu pada Rabu (11/2) sekitar Pukul 11.00 WIT.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito menyebut pesawat Cessna dengan nomor registrasi PK-SNR tersebut terbang dari Bandara Tanah Merah pada pukul 10.35 WIT dengan tujuan Koroway Batu.

Setibanya di lokasi tujuan, kata dia, pesawat yang diawaki oleh Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro ditembaki kelompok tak dikenal.

"Sekitar Pukul 11.00 WIT, Polres Boven Digoel telah menerima informasi dari kantor Bandara Tanah Merah di, bahwa telah terjadi penembakan di Bandara Koroway Batu," tuturnya.

Ia menjelaskan aksi penembakan terjadi dari arah hutan samping area Bandara Koroway Batu. Cahyo menyebut kedua Pilot dan Kopilot pesawat tersebut dipastikan tewas dalam insiden penembakan.

"Pada pukul 13.27 WIT, Polres Boven Digoel mendapat informasi adanya korban jiwa akibat penyerangan yaitu dua orang yang diduga adalah Pilot dan Kopilot," jelasnya.

(dis/dal) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]