Tewas Ditikam di Bandara, Siapa Sebenarnya Nus Kei?

CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 10:08 WIB
Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Nus Kei, tewas ditusuk di Bandara Sadsuitubun. Polisi tangkap dua pelaku, motif diduga dendam. Investigasi masih berlanjut.
Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Maluku, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei menjadi korban penusukan hingga tewas pada Minggu (19/4). (Detikcom/Rengga Sancaya)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPD II Partai Golkar Maluku Tenggara, Maluku, Agrapinus Rumatora alias Nus Kei menjadi korban penusukan hingga tewas pada Minggu (19/4).

Insiden penikaman terjadi di Bandara Sadsuitubun, Minggu (19/4) sekitar pukul 12:00 WIT tak lama usai mendarat setelah melakukan penerbangan dari Ambon. Nus Kei sempat dibawa ke rumah sakit usai aksi penikaman itu, namun nyawanya tak tertolong.

Polisi telah menangkap pelaku yang berjumlah dua orang, masing-masing HR (28) dan FU (36), yang diduga melakukan aksinya karena dendam. Namun, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci akar persoalan antara pelaku dan korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Motifnya itu dendam ya, dari hasil penyidikan kita sementara itu," kata Kapolres Maluku Tenggara, Rian Sehendi, Minggu (19/4).

Lalu, siapa sosok Nus Kei?

Selain sebagai politikus, nama Nus Kei selama ini tak asing karena ia dan kelompoknya kerap berseteru dan bentrok dengan kelompok John Refra alias John Kei, meski keduanya masih memiliki hubungan keluarga. Nus Kei merupakan paman dari John Kei.

John Kei saat ini dalam masa tahanan usai divonis 15 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana dan pengeroyokan terhadap kelompok Nus Kei pada 2020 silam di perumahan Green Lake City, Tangerang. Penyerangan itu menewaskan satu orang dan beberapa orang luka-luka.

Kala itu, menurut fakta persidangan, bentrok antara dua kelompok tersebut dipicu karena pembagian uang hasil penjualan lahan seluas 31 hektare di RSUD Haulussy, Ambon, yang nilai total keseluruhannya mencapai Rp49,97 miliar.

Dari total jumlah itu, John menagih Rp1 miliar kepada Nus Kei karena diklaim sebagai pinjaman. Namun, Nus Kei menolak mengembalikan dan menyebut uang itu sebagai operasional.

Polisi kala itu total menangkap 39 orang termasuk John Kei. Selain di Green Lake, kelompok John Kei juga didakwa dalam persidangan atas serangan lain yang dilakukan di kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Insiden penembakan di Bekasi

Nus Kei kembali terlibat bentrok pada akhir Oktober 2023 dengan kelompok John Kei meski keponakannya itu tengah mendekam di Lapas Salemba, Jakarta Pusat.

Penembakan yang menewaskan pria berinisial GR (44) itu terjadi di Kompleks Titian, Medan Satria, Kota Bekasi, yang merupakan kediaman dan markas kelompok John Kei. Sementara, korban merupakan kelompok Nus Kei yang menyerang markas tersebut bersama kelima rekannya.

Saat itu, kelompok Nus Kei yang berjumlah 6 orang mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam. Mengetahui hal itu, kelompok John Kei lantas mempersenjatai diri dengan senjata tajam dan senjata api.

"Begitu mereka [kelompok Nus Kei] datang, korban turun bawa parang, langsung ditembak [kelompok Jhon Kei]. Karena mereka alasannya [menembak korban] mau diserang, ini ada anak istri kami," tutur Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Uly November 2023 lalu.

Polisi belakangan mengungkap bahwa John Kei mengaku sempat berkomunikasi via telepon dengan Nus Kei dari dalam Lapas sebelum bentrok dan penyerangan. Dari kasus kedua itu, polisi telah menetapkan 11 orang sebagai tersangka.

Polisi belum ungkap kaitan

Polisi belum mengungkap apakah penikaman Nus Kei berkaitan dengan tiga bentrok dua kelompok tersebut sebelumnya. Meski berdasarkan keterangan awal, penikaman dipicu dendam.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi juga meminta seluruh pihak untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan kasus ke pihak kepolisian.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif," tutur Rositah dalam keterangannya, Minggu (19/4).

Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut. Sarmuji juga meminta kader tetap waspada dan tidak terpancing situasi.

"Kepada kader tetap waspada tapi jangan terpancing situasi. Kita berikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas peristiwa tersebut," katanya.

(fra/thr/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]