Tim JK soal Rismon Sebut Ucapan Rp5 M Hasil AI: Biar Diuji Penyidik

CNN Indonesia
Senin, 06 Apr 2026 12:19 WIB
Pihak Jusuf Kalla buka suara terkait klaim Rismon Sianipar yang mengaku jadi korban AI buntut pernyataan pendanaan Rp5 miliar di kasus ijazah palsu Jokowi.
Pihak Jusuf Kalla buka suara terkait klaim Rismon Sianipar yang mengaku jadi korban AI buntut pernyataan pendanaan Rp5 miliar di kasus ijazah palsu Jokowi. CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah
Jakarta, CNN Indonesia --

Pihak Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) buka suara terkait klaim Rismon Hasiholan Sianipar yang mengaku jadi korban AI buntut pernyataan pendanaan Rp5 miliar di kasus ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo.

Pengacara JK, Abdul Haji Talaohu menilai kebenaran soal video hasil AI tersebut masih harus dibuktikan lebih dulu oleh penyidik Bareskrim Polri.

Karenanya, kata dia, JK akan tetap melanjutkan proses laporan tersebut ke Bareskrim Polri. Pasalnya, ia menyebut video Rismon itu telah menimbulkan kegaduhan hingga kliennya dituduh publik sebagai sosok dibalik kasus ijazah Jokowi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Walaupun nanti itu AI makanya perlu kita laporkan dulu supaya nanti di uji apakah itu AI atau bukan karena akibat pernyataannya itu menimbulkan rangkaian peristiwa yang lain," ujarnya kepada wartawan di Bareskrim Polri, Senin (6/4).

"Nanti kita uji dulu kan di dalam nanti soal itu. Soal itu kan biar nanti yang lebih punya kapasitas, bisa ahli, bisa penyidik yang menilai itu," imbuhnya.

Dalam kasus ini, Abdul mengatakan Rismon menyebut ada tokoh elite politik yang mendukung kasus ijazah palsu Jokowi. Rismon, kata dia, Rismon mengaku menyaksikan langsung penyerahan uang sebesar Rp5 miliar dari JK kepada Roy Suryo Cs.

"Itulah kenapa laporan ini kita buat sebagai langkah serius untuk merespons dan meminta pertanggungjawaban klarifikasi dia," tuturnya.

Sementara untuk empat akun YouTube yang dilaporkan merupakan Ruang Konsensus, Musik Ciamis, Mosato TV dan YouTuber Nusantara.

Ia mencontohkan untuk akun YouTube Ruang Konsensus misalnya, mengunggah konten Podcast yang menyebut sosok JK memiliki insting untuk tetap berkuasa secara tidak rasional.

Sementara untuk akun Mosato TV, kata dia, ada konten yang menuduh JK hendak melakukan makar terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Ada kalimat dia yang sangat fatal menurut kami karena ada pernyataan 'Indikasi kemunafikan, puji Prabowo tapi mau makar'. Inikan pertanyaan yang sudah telak," tuturnya.

Lebih jauh, Abdul justru menilai akun-akun YouTube itu terafiliasi dengan Jokowi. Salah satu yang disorot dirinya merupakan akun YouTube Nusantara yang sempat merayakan ulang tahun di Solo, Jawa Tengah.

"Ya nanti ditafsirkan sendirilah. Karena mereka ini juga kemarin baru merayakan satu tahun YouTuber Nusantara di Solo," pungkasnya.

Rismon Sianipar sebelumnya membantah telah menyebut  Jusuf Kalla sebagai pendana kasus dugaan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo.

Pengacara Rismon, Jahmada Girsang menegaskan hal tersebut tidak pernah disampaikan kliennya. Ia menyebut potongan video yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).

"Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama pak JK," ujarnya kepada wartawan, Minggu (5/4).

(tfq/gil) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]