Bripda DP Tewas di Barak Usai Salat Subuh, Dicekik dan Dipukuli Senior

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 17:18 WIB
Kapolda menjelaskan kronologi penganiayaan Bripda DP hingga tewas oleh Bripda P di barak Polda Sulsel.
Ilustrasi. Polisi tewas dianiaya senior di Polda Sulsel. i(Stockphoto/Herwin Bahar)
Makassar, CNN Indonesia --

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Raharjo Puro menuturkan kronologi penganiayaan Bripda DP (19) hingga tewas yang dilakukan oleh seniornya Bripda P yang sudah menjadi tersangka.

Bripda P disebut menganiaya Bripda  DP di barak Samapta Polda Sulsel usai Salat Subuh.

"Usai Salat Subuh, Bripda P mencekik pakai tangan kanan sambil memukuli korban sehingga mengakibatkan yang bersangkutan meninggal," kata Irjen Djuhandhani, Kamis (26/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jenderal bintang ini menegaskan bahwa dalam kasus tersebut Bripda P melakukan penganiayaan terhadap Bripda DP hanya seorang diri.

"Yang jelas perbuatan yang dilakukan Bripda P itu adalah perbuatan sendiri dan sudah dikaitkan dengan bukti yang ada termasuk visum yang bersesuaian," ungkapnya.

Kasus ini bermula kata Djuhandhani bahwa korban dianggap tidak memiliki rasa hormat dan loyal kepada seniornya, saat Bripda P memanggil korban untuk menghadap, namun panggil itu tidak diindahkan.

"Korban Bripda DP tidak respek atau tidak loyal terhadap senior yaitu Bripda P, karena dipanggil berkali-kali tidak diindahkan, setelah Salat Subuh dijemput yang bersangkutan dan menganggap korban tidak loyal, itu motif kejadian yang kita dapatkan dalam proses penyelidikan ini," ungkapnya.

Dalam prose penyelidikan ini, penyidik telah memeriksa 8 saksi, termasuk dua bintara dikenakan sanksi disiplin dan etik akibat mengetahui, namun tidak melaporkan.

"Kami juga akan melakukan upaya hukum terkait pimpinan-pimpinan langsung dua tingkat diatasnya, nanti akan kita lihat lebih lanjut, karena ini masih dalam proses penyelidikan oleh propam," jelasnya.

Kapolda Sulsel mengatakan bahwa pihaknya telah berupaya agar kejadian tersebut tidak terjadi, dengan mengeluarkan senior dari barak, saat para junior masuk di Samapta Polda Sulsel.

"Namun, tersangka memanfaatkan celah yang ada, sehingga kejadian tersebut terjadi," pungkasnya.

(mir/dal)


[Gambas:Video CNN]