Kemhan Bantah Jadi Beking Impor Mobil Pikap Mahindra Scorpio

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 13:20 WIB
Kementerian Pertahanan membantah isu terkait impor mobil pikap Mahindra Scorpio untuk PT Agrinas. Kendaraan yang diterima adalah hibah kemanusiaan untuk bencana
Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah isu menjadi beking PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor mobil pikap Mahindra Scorpio untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Pertahanan (Kemhan) membantah isu menjadi beking PT Agrinas Pangan Nusantara mengimpor mobil pikap Mahindra Scorpio untuk operasional Koperasi Desa Merah Putih.

Isu itu beredar seiring dengan Kemhan yang pernah menerima empat mobil dari Mahindra Scorpio.

Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen Rico Ricardo Sirait menjelaskan Kendaraan Mahindra Scorpio yang diterima sebelumnya merupakan hibah kemanusiaan untuk mendukung penanganan bencana di Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bantuan ini dimaksudkan untuk mempercepat mobilitas di lapangan, agar distribusi bantuan, evakuasi warga, serta dukungan logistik bagi masyarakat terdampak, dapat dilakukan lebih cepat," kata Rico saat dikonfirmasi, Kamis (26/2).

Ia mengatakan penerimaan hibah itu juga berdiri sendiri dan tidak masuk dalam rencana proses pengadaan maupun pembelian 105.000 unit kendaraan oleh Agrinas.

Rico menyebut posisi Kemhan dalam hal ini sebagai penerima bantuan, yang memanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan kemanusiaan dan penanganan darurat bencana.

"Kemhan memastikan setiap dukungan yang diterima diarahkan untuk membantu masyarakat terdampak, serta dikelola secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan," ujarnya.

Sebelumnya Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota menyatakan hingga saat ini belum ada keputusan untuk menunda impor 105 ribu mobil pikap dari India dalam rangka pemenuhan kebutuhan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Pernyataan itu merespons permintaan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang sebelumnya meminta pemerintah menunda rencana impor tersebut.

"Karena saya ini BUMN, saya pasti taat kepada pemerintah dan rakyat. Kami setia kepada negara dan rakyat, bukan kepada individu atau kelompok tertentu yang menolak," ujar Joao di Yoda Tower, Jakarta, Selasa (24/2).

(fra/yoa/fra)


[Gambas:Video CNN]