Tiga Bulan Berlalu, Ribuan Korban Banjir Sumut Masih di Pengungsian

CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 11:41 WIB
Lebih dari tiga bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, ribuan orang masih bertahan di pengungsian.
Ilustrasi korban banjir di pengungsian. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Medan, CNN Indonesia --

Lebih dari tiga bulan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada 25 November 2025, ribuan orang masih bertahan di pengungsian. 

Hingga memasuki Ramadan 2026, tercatat sebanyak 909 kepala keluarga atau 3.506 jiwa belum dapat kembali ke tempat tinggal mereka.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung mengatakan pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut terus mengebut pembangunan ribuan hunian sementara (Huntara) bagi para pengungsi banjir dan longsor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebanyak 1.427 unit Huntara saat ini tengah dipercepat pembangunannya yang tersebar di berbagai titik di Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel)," ujar Basarin, Kamis (26/2).

Dia menyebutkan beberapa titik Huntara telah dihuni warga terdampak bencana. Di Lapangan Bola Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, tersedia 186 unit; Dusun Aek Latong, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok sebanyak 118 unit; Adiankoting 40 unit; Asrama Haji Pinangsori 52 unit; Lahan Balerong Pasar Tukka 12 unit; serta Lahan Rusunawa Pandan sebanyak 90 unit. Sementara itu, sejumlah titik pembangunan Huntara lainnya masih dalam tahap penyelesaian.

"Dengan demikian penyediaan atau pembangunan selesai, semua akan tertampung di huntara, mudah-mudahan mereka lebaran bisa tinggal di huntara," ucap Basarin yang juga Ketua Harian Posko Tanggap Bencana Sumut.

Selain pembangunan Huntara, Pemprov Sumut juga telah menyalurkan bantuan pengganti sewa rumah kepada 313 kepala keluarga. Bantuan tersebut diberikan sembari menunggu pembangunan hunian tetap rampung.

"Masih terdapat masyarakat yang akan menerima bantuan pengganti uang sewa. Bantuan ini awalnya disalurkan oleh Pemprov Sumut, kemudian dilanjutkan dengan dana tunggu hunian selama tiga bulan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," jelasnya.

Nantinya, warga yang saat ini menempati Huntara akan direlokasi ke hunian tetap yang proses pembangunannya sedang berjalan. Pemprov Sumut juga telah merampungkan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

"Dalam dokumen tersebut, kebutuhan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi diestimasikan sebesar Rp30,5 triliun. Program ini direncanakan berlangsung mulai 2026 hingga 2028," urainya.

Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara tersebut menimbulkan dampak besar. Hingga kini, tercatat 376 orang meninggal dunia dan 40 lainnya masih dinyatakan hilang. Meski pencarian besar-besaran telah dihentikan, Basarin memastikan upaya pencarian tetap akan dilakukan apabila ditemukan indikasi keberadaan korban.

"Hingga saat ini masih terdapat 40 orang yang dinyatakan hilang. Meski pencarian secara masif telah berakhir, tim tetap akan melakukan pencarian apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Sedangkan total korban meninggal dunia tercatat 376 jiwa," sebutnya. 

(fnr/gil)


[Gambas:Video CNN]